12/12/2008

Kabar Buruk tentang Zona Nyaman Anda

ILUSI ZONA NYAMAN
Jika kita berbicara tentang zona nyaman atau comfort zone, maka kita berbicara tentang suatu wilayah yang subyektif dan individual. Wilayah itu, adalah sebuah wilayah di mana Anda merasa "nyaman" dan merasa "punya kendali". Ketahuilah, bahwa itu semua sebenarnya adalah tipuan. Sebab, apa yang sesungguhnya Anda rasakan tanpa sadar, adalah "tidak nyaman" dan "tak punya kendali". Cobalah Anda renungkan lagi:Apakah yang Anda cita-citakan adanya di dalam zona nyaman Anda? Tidak. Ia ada di luar sana.Apakah yang Anda anggap sebagai kesuksesan Anda adanya di dalam zona nyaman itu? Tidak. Ia ada di luar sana. Apakah impian Anda adanya di dalam sana? Tidak juga. Impian Anda ada di luar zona nyaman Anda.Artinya, Anda belum hidup di dalam cita-cita, kesuksesan, dan impian Anda.Apa yang perlu Anda lakukan adalah keluar dari zona nyaman.
Agar Anda menemukan semua itu dan kemudian menjadikannya khasanah dari kenyamanan Anda. Anda, tidak punya pilihan kecuali memperluas zona nyaman Anda. Kecuali, jika Anda memang nggak mau sukses. Silahkan pilih.Bapak, Ibu, dan Saudara yang budiman, demi kesuksesan Anda, dengan sangat terpaksa Saya harus menyampaikan semua ini.
KABAR BURUK TENTANG ZONA NYAMAN Zona nyaman tidak pernah statik. Ia selalu berkontraksi dan berekspansi.Jika Anda tidak secara sadar mengekspansinya, maka ia akan berkontraksi. Jika Anda diam, zona nyaman Anda akan menjepit Anda. (Misalnya: Anda mengalami situasi sebelum dan sesudah krismon, Anda evaluasilah sendiri.)
KABAR LEBIH BURUK TENTANG ZONA NYAMAN
Jika Anda tidak sedang hidup di dalam cita-cita, sukses, dan impian Anda, maka zona nyaman Anda punya kontrol yang lebih besar terhadap diri Anda, ketimbang Anda sendiri. Tidurlah di malam hari, dengan tidak mengunci semua pintu dan jendela Anda. Rasakanlah fenomena ilusi kontrol itu. Anda seperti punya kontrol dengan membangun tembok, pagar, kunci, dan gembok. Tapi sadarilah ilusinya. Sadarilah betapa kuat zona nyaman mengendalikan Anda.
KABAR TERBURUK TENTANG ZONA NYAMAN
Sadarilah bahwa dengan sifat ilusinya itu, zona nyaman Anda sebenarnya terdiri dari kumpulan "emosi yang tidak nyaman". Sebuah kumpulan perasaan yang tercipta, karena berbagai kesenjangan dari belum tercapainya impian, sukses, dan cita-cita Anda. Emosi yang tidak nyaman itu, lebih sering menciptakan F.E.A.R. (False Evidence Appearing Real) untuk Anda. Dan itu, membuat Anda tidak ingin bergerak kemana-mana alias lebih menyukai status quo.
Pelajarilah semua rasa dan emosi tidak nyaman itu. Cintailah, agar Anda mampu berkorban untuk membaliknya menjadi kenyamanan.
KESIMPULAN
Untuk berbagai hal yang sifatnya fisik, Anda sangat menyukai keluasan dan privacy. Anda sangat ingin rumah yang besar, luas, dan tinggi. Anda juga ingin punya tanah di mana-mana. Kemudian, Anda sangat ingin memasang pagar, gembok, dan kunci, di setiap sudut keluasan Anda. Anda ingin batas wilayah Anda semakin meluas. Tahukah Anda, bahwa apa yang ingin Anda capai bukanlah fisiknya, melainkan rasa nyaman berkaitan dengan manifestasi fisik itu? Apa yang Anda inginkan adalah mentalitas dari keberadaan fisiknya. Dan keduanya, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bapak, Ibu, dan Saudara yang budiman.
Jika Anda menginginkan mobil tambahan, maka Anda pasti sudi memperluas garasi Anda. Artinya, Anda memang menyediakan tempat untuk mobil itu.So, jika Anda menginginkan bertambahnya rasa nyaman, sudikah kiranya Anda juga memperluas garasi mental Anda, sehingga ia punya tempat juga?

Label:

KECERDASAN EMOSIONAL ENTREPRENEUR

Mengedepankan kecerdasan emosi kita dalam bisnis itu adaIah hal yang mutlak.
Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan?
Seorang teman yang telah bertahun-tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah,
”Apakah kamu gila?”, ….”Kamu menghancurkan sebuah karir yang menjanjikan”…..dan caci maki lainnya. Belum lagi perasaan anak-istri, orangtua dan saudara lainnya yang tidak bisa berucap…
Diperlukan keberanian besar untuk menulis surat pengunduran diri. Masih yakinkah Anda mempunyai segala sesuatu yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang wiraswastawan sukses? Lalu apa yang akan Anda kerjakan? Peraturan pertama kewirausahaan, latihlah diri Anda untuk melihat kekosongan atau celah di pasar, lalu mengisinya.
Lihatlah sekeliling Anda. Lihatlah orang di jalanan, mereka yang duduk di belakang mesin jahit, pelayanan apa yang akan dia berikan? Lihatlah wanita perempuan penjual sate ayam di dekat penginapan murah itu, mengapa ia pilih lokasi itu? Bagaimana dengan hotel baru di jalan utama itu, mengapa bisa begitu sukses? Bagaimana dengan orang yang bekerja di bagian komputer itu bisa sangat sukses dalam bisnis program perangkat lunaknya sendiri?
Ada satu jawaban singkat untuk semua pertanyaan ini: bisnis ini eksis karena ada yang membutuhkan mereka. Tidak peduli apakah Anda berusaha dengan paha ayam, rumah makan bagus atau website. Atau, apakah anda berbicara tentang putaran harian Rp100.000 atau Rp.100.000.000. Dari mulai Tanah Abang – Jakarta Pusat, Glodok – Jakarta Pusat, bahkan daerah Sawangan, Depok Privinsi jawa Barat, prinsipnya sama:
·  Keberhasilan dalam bisnis
·  Bekerja dengan prinsip
·  Menemukan sebuah kekosongan
·  Dan mengisinya!
Ketika dunia laki-laki digemparkan dengan ditemukannya pil biru Viagra yang sebenarnya adalah obat pemacu jantung, tapi kemudian jadi pemacu organ kejantanan pria, beberapa tahun lalu serentak seluruh dunia mempublikasikannya (ingat, Viagra tidak pernah beriklan di media manapun). Hasilnya, Viagra menjadi product of the year dan menghasilkan miliaran dollar bagi penemunya.
Kasus Viagra di dunia, rupanya memberikan inspirasi bagi Simon Jonathan. Setelah sebelumnya sukses melahirkan Extra Joss, yang menghasilkan ratusan miliar, kemudian muncullah Irex yang kurang lebih sama fungsinya dengan Viagra. Dengan tag line ”Kado Ulang Tahun Mama”, dan dikemas dengan iklan yang diperankan oleh laki-laki kurus kering dan loyo, tiba-tiba menjadi perkasa setelah meminum Irex, hasilnya, produk ini meledak di pasaran. Ya, mereka jeli melihat peluang, kekosongan dan mengisinya.
Lalu mengapa bukan Anda yang melakukan ini? Jika Anda yang pertama menawarkan kepada publik sesuatu yang dibutuhkan publik dan tidak didapatkan dari orang lain, atau jika Anda berhasil mengantisipasi sebuah kebutuhan di masa depan, Anda memiliki sebuah kesempatan bagus untuk menjadi kaya. Sampai saat adanya kompetisi, Anda akan memiliki semua pasar itu sendirian.
Sejarah memberikan banyak contoh wiraswastawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesin jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di dalam kamar sekalipun. Henry Ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa dibeli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa dibawa-bawa. Ray Krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji.
Darimana datangnya gagasan-gagasan seperti itu? Ada tiga macam sumber gagasan.
Pertama, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah Anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis Anda sudah dikembangkan.
Kedua, hobi atau minat Anda di luar pekerjaan, karena itu adalah sebuah wilayah lain dimana Anda memiliki suatu perasaan alamiah.
Sumber ketiga, adalah apa yang sering disebut orang sebagai ”observasi pejalan kaki”, atau mengenali sebuah peluang melalui suatu perjumpaan biasa, atau suatu insiden dalam kehidupan sehari-hari Anda.
Kalau Anda yang pertama, maka Anda tidak harus brilian. Nanti Anda akan memiliki waktu untuk mengembangkan dan memperbaiki segala sesuatu yang pemah Anda lakukan. Tapi ketika yang lain mulai berkompetisi dengan Anda, maka Anda harus menjadi yang terbaik.
Bekerja Keras
Nasib seorang wiraswastawan tidak mudah. Anda harus bekerja keras. Namun, karena Anda bekerja disebagian besar waktu Anda, pasti ada harga yang harus dibayar. Korban pertama adalah kehidupan sosial Anda. Waktu untuk berkencan, untuk keluarga, bahkan untuk bersenang-sengang tidak akan anda miliki pada masa-masa awal menjalankan bisnis anda.. Bisa-bisa ini menjadi sebuah kehidupan yang sunyi.
Dalam keadaan seperti ini Anda sangat beruntung apabila memiliki kekasih atau seorang istri yang setia menemani dalam suka maupun duka. Karena menjadi seorang wirausahawan juga adalah masalah daya tahan. Seperti mendung di musim hujan. Setelah hujan pun turun, langit akan menjadi cerah kembali.
Ada kompensasi. Semakin keras Anda bekerja, maka Anda akan semakin beruntung. Kami punya rekan, namanya Apiko Joko Mulyono. Dia, ”cuma” reporter di tabloid keluarga muslim, Fikri namanya. Sebagai employee — kalau mengikuti teori kuadran Robert T. Kiyosaki – berkat dorongan kami, dan ”keahlian interpersonalnya”, berkomunikasi, ia kami desak menjadi jurnalis ”semi-bisnis” dalam arti, memfungsikan ketrampilan jurnalistik dan lobbynya untuk menulis soft advertorial. Meski awalnya agak ogah-ogahan, ia memula peran-peran semacam copywriter, penulis artikel soft advertorial di tabloidnya (maksudnya: rubrik bernuansa promotif, dengan dua macam kompensasi: penjualan langsung dalam jumlah minimal tertentu, atau semi-iklan). Bung Apiko, meskipun masih sayang profesi jurnalistiknya, mulai menjalankan tugas barunya.
Hasilnya? Luar biasa untuk reporter yang sepanjang empat tahunan bekerja, murni sebagai jurnalis. Apiko berhasil mencapai targetnya. Ia memang bekerja keras, dan agak mengorbankan waktunya untuk keluarga. Bukan itu saja. Ia ”tebal muka” dicibiri sebagai ”jurnalis matre” (materialis, Pen.), karena artikelnya kian selektif pada isu-isu yang ”bergizi” alias bisa menghasilkan ”penjualan langsung” ataupun ”semi advertorial”. Akibat lanjutnya, bisa ditebak. Dari ”main-main” jadi serius. Bossnya, pemimpin perusahaan tabloid Fikri, malah menargetkan jumlah tertentu perminggunya harus ia capai. target itu, tercapai, bahkan beberapa kali terlampaui. Apa yang ia kerjakan, semua orang di perusahaannya tahu. Meski pun berisiko dilecehkan, Apiko tahan banting. The show must go on. Apa yang dikerjakannya, menginspirasi unit bisnis lainnya di bawah payung holding yang sama.
”Syukur, istri saya sangat pengertian. Untuk kerja keras itu, saya bisa menabung dengan nilai yang lumayan dibanding rekan selevel saya. Saya bisa membeli sepeda motor secara tunai, dalam tahun kedua saya bekerja. Itu sesuatu yang tidak saya bayangkan sama sekali, bahwa saya mampu membelinya.” Itulah Apiko, yang karena masih sayang pada profesi jurnalistiknya, mengaku baru menggunakan belum separuh dari potensi enterprenership yang ada dalam dirinya.
”Seseorang yang bekerja 16 jam sehari akan sampai ke tempat yang ingin dicapainya dua kali lebih cepat daripada orang yang bekerja 8 jam sehari.”
David Ogilvy
Ketekunan
Jaques Cousteau, penyelidik, penemu dan ahli lingkungan dalam sebuah wawancara dengan Eugene Grisham penulis buku Achievement Factors dalam sebuah wawancara di atas sebuah jet carteran menuju Atlanta, mengungkapkan pendapat menarik. Kami kutip untuk Anda.
”Bagaimana Anda bisa mengerjakan semua itu?” Cousteau terdiam beberapa saat, lalu menjawab.
”Saya keras kepala – kalau saya punya suatu maksud di kepala saya…saya membuat daftar hal-hal untuk main-main: Amazon, Haiti, kapal Angina. Saya mencoba, dan saya tidak punya uangnya. Saya mencoba lagi, dan saya tidak dapat uangnya, dan setelah sepuluh tahun saya mendapatkannya.”
Dengan bijaksana, dengan penuh tekat dan ketekunan, selalu mengejar apa yang ia inginkan, kadang cepat, kadang-kadang pelan, ia telah mengalami kemenangan-kemenangan. Pada tahun 1943, tabung oxygen (Aqualung) yang ia kembangkan dengan Emile Gagnan, memberi kesempatan petualangan di bawah air, membuka dunia di bawah air untuk berjuta-juta penyelam scuba. Lalu ia kembangkan keterampilan sebagai seorang ahli fotografi di bawah air, dan pada tahun 1956, ia menangkan Oscar untuk The Silent World. Sembilan tahun kemudian ia sekali lagi memenangkan oscar untuk World Without Sun. Saat ini usianya 80-an. Dan kakek Cousteau masih bekerja, masih memeriksa hal-hal yang ia catat dalam daftarnya, menyusun daftar, lalu mengeksekusi satu persatu daftar targetnya.
Fokus
Logika ”focusing”, meminjam fenomena matahari. Mahakarya Tuhan ini, sumber energi yang amat kuat, yang setiap jamnya menyinari bumi dengan jutaan kilowatt energi. Siapa pun, bisa ”mandi matahari” berjam-jam dengan risiko yang ringan.
Bagaimana dengan laser? Seberkas sinarnya, adalah energi lemah. Ia hanya membutuhkan beberapa kilowatt energi tetapi bisa difokuskan menjadi sebuah pancaran cahaya yang koheren. Dari seberkas cahaya laser, temuan ilmuwan bisa menggunakannya untuk dari memotong baja sampai mematikan sel kanker.
Beralih pada perbincangan sebuah usaha. Anda bisa menciptakan efek yang sama: sebuah kemampuan kuat laksana laser untuk mendominasi sebuah pasar. Itulah yang kami maksud sebagai ”tindakan memfokuskan”.
Ketika sebuah usaha menjadi tidak fokus, ia akan kehilangan kekuatannya. Usaha itu menjadi seperti matahari, menyebarkan energinya terlalu banyak produk, di pasar yang terlalu luas.
Konsentrasi, kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, dan dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu segi dari fokus. Tetapi bukan hanya itu. Segi lainnya, intensitas. Intensitas melibatkan kemampuan untuk menyalurkan sejumlah besar tenaga pada tugas yang dihadapi. Menjalankannya sebagai kebiasaan, akan meningkatkan karier Anda. Secara analog, fokus mempunyai pengaruh yang sama terhadap pekerjaan seseorang, bak lensa pembesar yang dipegang di atas sehelai kertas pada hari yang cerah. Memegang lensa dengan sudut yang tepat, membuat sinar-sinar berkonsentrasi pada satu titik, sanggup membakar kertas itu.
Prioritas, masuk dalam gagasan fokus. Jangan segan-segan mengubah dan menaruh yang paling penting sebagai nomor satu jika sesuatu yang tak terduga muncul. Bekerjalah atas dasar prioritas.
Tahukah Anda, apa rahasia nomor satu sukses? Prioritas.
Helen Gurley Brown
Tentukanlah apa prioritas puncak dalam pekerjaan dengan berpikir secara cermat untuk apa perusahaan mempekerjakan Anda. Banyak orang membuat kesalahan dengan bekerja keras untuk tiap tugas yang mereka hadapi, tanpa atau dengan sedikit sekali memperhitungkan pentingnya tugas-tugas itu. Pada akhir hari, mereka akan sangat kelelahan, sambil memuji diri sendiri karena semua pekerjaan sudah diselesaikan. Sayangnya, ada saja yang tanpa sadar sudah membelakangkan pekerjaan penting (important) dan mendesak (urgent). Penting saja, mungkin bisa saja bukan di uturan teratas, tapi urgent, sesuatu yang terkait dengan deadline, yang tak bisa tidak, ia didahulukan atau sesuatu yang buruk menghadangnya.
Letakkanlah surat-surat, memo-memo dan peringatan-peringatan tentang semua tugas lainnya yang menunggu dalam map-map dengan tanda prioritas A, B, dan C.
Alan Lakein, Konsultan Manajemen Waktu
Membahas soal fokus, bisa kita mengutip pendapat Eugene Grisham dalam Achievement Factor, buku best seller dunia itu. Ia bercerita tentang faktor-faktor sukses hasil wawancara bertahun-tahun dengan tokoh-tokoh sukses dunia. Kesimpulan buku itu cuma satu: “Untuk sukses besar dalam suatu bidang, apapun bidangnya, dibutuhkan waktu setidaknya sepuluh tahun dengan tetap berfokus pada bidang tersebut.”
Kami yakin benar dengan kesimpulan buku itu. Kami punya bukti, seorang yang cukup kami kenal, sejak lulus SMA, hidup dari berdagang dan tak pemah berpindah-pindah bidang usaha kecuali pada produk rumah tangga yang sangat digemari kaum ibu. Kenyataannya, tak sampai sepuluh tahun, ia sukses di bidang yang digelutinya. Itulah kekuatan fokus.
Bak air yang menetesi sebuah batu, setetes demi setetes; hari berganti hari, tahun berganti tahun, pada saatnya, kita akan terkaget-kaget melihat kenyataan bahwa batu tersebut telah menjadi cekung hanya karena tetesan air.

Label:

Jangan Salahkan Nasib Anda!

Manusia memang merupakan suatu makhluk unik dan aneh. Kita cepat menerima suatu penghargaan atas kemenangan yang kita peroleh. Kita cenderung ingin dunia mengetahui tentang kemenangan kita. Memang wajar jika kita menginginkan orang lain melihat ke arah kita karena kemenangan kita, itu sangat manusiawi. Tetapi sebaliknya, manusia juga dengan cepat menyalahkan orang lain untuk setiap kemunduran, kesulitan dan berbagai "bentuk perlawanan" yang terjadi.
Mungkin saja benar, bahwa di dalam dunia yang kompleks ini ada orang lain yang memang merugikan kita. Tetapi sangat benar juga bahwa kita lebih sering merugikan diri kita sendiri. Kita seringkali merugi karena "kekurangan pribadi" kita, mungkin beberapa kesalahan pribadi. Oleh karena itu, sekarang ini cobalah Anda bersikap obyektif! Ingatkanlah diri Anda sendiri, bahwa Anda ingin menjadi sosok manusia sesempurna mungkin secara manusiawi. Coba lihatlah, apakah Anda mempunyai kelemahan yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya? Jika Anda terbukti mempunyai kelemahan itu, segeralah bertindak untuk mengoreksinya menjadi lebih baik. Pada umumnya, seringkali orang begitu terbiasa dengan dirinya sendiri; sehingga mereka sering lalai melihat kekurangannya sendiri dan lupa bagaimana cara-cara untuk memperbaiki dirinya.
Saya pribadi, dulu juga punya pandangan keliru terhadap "nasib" saya. Lebih dari 15 tahun lalu, saya seringkali juga "menyalahkan nasib" jika saya gagal dalam memperoleh sesuatu keinginan dan sasaran saya. Sering saya berkata, "Saya tidak mengerti kenapa itu semua, mungkin itu memang sudah menjadi jalannya...". "Memang sepertinya itu sudah nasib saya, suratan takdir saya begitu...". "Sepertinya nasib saya lagi sial tahun ini...". Tetapi itu adalah saya pada saat 15 tahun lalu, yang mungkin saja ada kesamaannya dengan Anda.
Sekarang ini sudah jelas saya telah berubah dalam bersikap terhadap "nasib" ini. Daripada habis energi menyalahkan "nasib", lebih baik Anda "meneliti sebab-sebab kekalahan", "kemunduran" atau "kerugian" yang menimpa Anda, apapun bentuknya. Jika Anda dalam posisi kalah, belajarlah dari kekalahan itu. Kebanyakan orang menjalani kehidupannya untuk menjelaskan keadaan mereka yang "biasa-biasa" saja dengan "nasib sial" atau "nasib buruk" yang mereka alami.
Mereka ini sampai lupa menyadari, bahwa mereka "gagal melihat peluang" untuk bertumbuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih percaya diri dalam mengarungi samudra kehidupan selanjutnya, karena selalu menyalahkan nasibnya. Berhentilah menyalahkan nasib. Menyalahkan "nasib" tidak akan pernah membawa Anda ke tempat sasaran tujuan kehidupan yang Anda idam-idamkan. Ketahuilah bahwa Tuhan menciptakan dunia ini dalam bentuk yang seimbang, ada hukum keseimbangan yang harus selalu Anda ingat. Ada hukum sebab-akibat yang mutlak. "Nasib baik" atau "Nasib Buruk", semuanya merupakan suatu sebab dan akibat sebuah hukum universal sifatnya.
Anda saya ingatkan lagi dengan kisah spektakuler dari Thomas Alva Edison sang Penemu bola lampu pijar itu. Anda tahu berapa kali Edison mencoba membuat agar bola lampu pijarnya bisa menyala? Konon pada percobaan yang ke 10.000 (sepuluh ribu) kali, Edison akhirnya berhasil membuat bola lampu pijarnya "benar-benar berpijar"...menyala terang. Kalau kita cermati kisah Thomas Alva Edison ini, ada hal yang bisa kita jadikan petik sebagai pelajaran kehidupan, yaitu "ketekunan" dalam percobaan-percobaannya atau "eksperimen". Yah...Thomas Alva Edison benar-benar seorang yang memiliki "ketekunan" dalam "eksperimen" bola lampu pijarnya. Dia selalu melihat "sisi baik" dalam setiap percobaannya yang gagal, dia juga menolak tegas rasa putus asa atau frustasi. Dia juga memiliki keberanian mengkritisi dirinya sendiri secara konstruktif, menyelidiki kesalahan dan kelemahannya untuk kemudian diperbaiki. Edison telah berhasil mempelajari suatu kemunduran untuk melicinkan jalan menuju suatu keberhasilan. Dia berhasil belajar dari "kekalahan" kemudian melanjutkan untuk "menang" pada kesempatan berikutnya. Di dalam Al-Quran, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 - 38 juga ada terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya". Maju terus. Itulah keputusan yang diambil oleh Thomas Alva Edison, yaitu dia mengambil keputusan tepat untuk maju terus di dalam setiap usahanya menciptakan bola lampu pijar. Apa pun yang yang dialaminya saat proses membuat bola lampu itu, dia tetap bersikukuh untuk melangkah maju terus pantang mundur. Kegagalan yang dialami oleh Edison tersebut, itu hanya bermakna "kegagalan di mata orang lain"; tapi di dalam pandangan Edison, "kegagalan" itu merupakan "kemajuan" yang harus diraihnya sampai bola lampu pijar tersebut akhirnya benar-benar tercipta. Edison sangat meyakini bahwa semua tindakannya menciptakan bola lampu itu adalah tanggung jawab pribadinya, dan dia memutuskan untuk mengambil tanggung jawab tersebut. Sikap seperti inilah yang dimaksudkan oleh ayat suci Al-Qur'an di atas. Manusia bebas untuk berkehendak, mau maju atau mau mundur, itu terserah Anda, Allah tidak akan ikut "campur tangan" di awal Anda mengambil keputusan itu.
Saya akan coba membuatkan sebuah "resume" kisah Thomas Alva Edison di atas tersebut, yang bisa Anda gunakan sebagai acuan bagaimana sebaiknya bersikap terhadap "nasib". Oleh karena perbedaan antara "keberhasilan" dan "kegagalan", dapat ditemukan pada sikap dan respons orang terhadap suatu kemunduran, keputusasaan, kesengsaraan, kesulitan dan berbagai situasi lainnya yang jelas-jelas mengecewakan.
Begini...dari kisah Penemu bola lampu pijar itu, kita bisa mengambil beberapa pedoman untuk Anda jadikan pegangan dalam membantu Anda MENGUBAH KEKALAHAN MENJADI KEMENANGAN, yaitu: menggabungkan sifat ketekunan dengan eksperimen; memiliki "keberanian mengkritisi diri sendiri secara konstruktif", dan "mempelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan"; selalu melihat "sisi baik" dalam setiap situasi apapun; dan "berhenti menyalahkan nasib". Selalu ingatlah, bahwa nasib itu ada di tangan manusia itu sendiri, Tuhan tidak akan mengubah nasib Anda, sebelum Anda mau melakukan tindakan untuk mengubah nasib Anda lebih dulu.

Label:

Filisofi Hidup

Nilai
Nilai dan konsep disusun manusia, dan pendapat ada sesudah diperbandingkan, hubungan itu bisa berubah tapi definisi tetap, nilai perbedaan antara cantik dan buruk, punya dan tidak punya, sulit dan mudah, panjang dan pendek, tinggi dan rendah, depan dan belakang, tidak bertahan selamanya
Air
Air akan meluap jika dituangkan terlalu penuh, selama pisau masih cukup tajam, jangan diasah lagi, pisau yang terlalu tajam akan mudah putus, orang yang mempunyai terlalu banyak barang berharga menimbulkan iri hati dan diperhatikan penjahat, berbahaya melakukan sesuatu yang berlebihan
Memberi
Ada 2 macam tindakan memberi, memberi benda materi dan pengetahuan kebenaran atau moril, dari keduanya, memberi pengetahuan adalah lebih tinggi, Ada 2 macam tindakan berbagi, berbagi benda materi dan berbagi pengetahuan kebenaran, dari keduanya, berbagi pengetahuan adalah lebih tinggi, Ada 2 macam tindakan membantu, membantu benda materi dan membantu dengan pengetahuan, dari keduanya, membantu dengan pengetahuan adalah lebih tinggi
Baik Jahat
Di sini seseorang telah melakukan apa yang baik, melakukan apa yang bermanfaat, melakukan apa yang menguntungkan, serta tidak melakukan tindakan yang jahar, sembrono dan salah, dia tidak akan menyesal ketika berpikir, aku telah melakukan yang baik, dan tidak akan menyesal ketika berpikir, aku tidak melakukan yang jahat
Berbudi luhur
Orang yang berbudi luhur seperti air, air mempunyai tiga sifat istimewa, pertama air dapat memberikan makan kepada siapa saja, kedua, karena lunak, air tidak menetang hal-hal yang menyimpang namun membiarkan semuanya itu berjalan sebagaimana mestinya, ketiga air mengalir ke tempat rendah yang diremehkan orang, seperti air, yang tempatnya di bawah, orang berbudi luhur mau bersikap rendah
Life for Success

Label:

Disiplin Sebagai Penentu Sukses

Disiplin Sebagai Penentu Sukses
Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian, rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan. Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh displin atau tidaknya seseorang meraih segala sesuatu dan 'meletakkan sesuatu di tempat yang layak'.
Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.
1. Dimulai pagi hariSebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.
2. Optimalkan waktu kerjaDisiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.
3. Seberapa lama ketahanan tubuh ?Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.
4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.
5. Seimbangkan kerja dengan hiburanCatat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.
Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang.
Sumber : Anonymous

Label:

Cinta dan Kejayaan

Cinta Adalah Pendorong Emosi Yang Amat Kuat Untuk Menjadikan Seseorang Menjadi Cemerlang.
Ini memang realiti. Cinta, luas skopnya. Namun, di sini saya akan berkata tentang cinta di kalangan orang muda.
Cinta dan kejayaan adalah untuk semua orang, tak kira rupa, pangkat, darjat mahupun taraf pendidikan dan kerjaya. Anda berhak untuk bercinta dan berjaya. Cinta dan kejayaan boleh datang seiringan. Malah, ramai pakar bersetuju, keduanya saling berkait.
Ada orang bertanya pada saya, cemana nak buat orang jatuh cinta? Hmm, kalau ikut stail saya, hensemkan diri, mantapkan peribadi, mantapkan komunikasi dan perindahkan sahsiah dari dalam diri. Itu jawapan saya!
Owh, namun ada juga sebabnya mengapa orang tak ramai yang bercinta dan sukar mencari cinta. Sebab yang pertama, terlalu memilih. Biasanya orang yang terlalu memilih ni meletakkan kriteria tertentu untuk bakal pasangannya, antaranya kehenseman, kecantikan, pendidikan, kerjaya tetap dan pemilikan material ( termasuk ketebalan dompetnya).
Selagi tak jumpa orang yang ada kriteria macam ni, menyebabkan seseorang tu lambat bertemu jodoh dan sukar nak jatuh cinta ngan yang berkenan di hati. Ini tak salah, tapi jangan terlalu ketat pra syaratnya.
Kedua, sebab kerjaya. Mereka yang tergolong dalam hal ni biasanya tak nampak keperluan hidup berumahtangga. Selain tu, pada pendapat saya, mereka mahu menumpukan perhatian pada kerjaya dulu dan soal jodoh di letak ke tepi. Katanya, kalau ada jodoh, adalah. Kalau takde, takde lah. Erk..
Ada juga yang tak nak hilang kebebasan time bujang, sebab kalau dah bercinta ada pula orang yang akan kena di jaga, diambil hati dan di ambil berat. Kalau jenis yang malas nak ambil berat pasal orang lain, memang susah nak bercinta. Sebab, tak mahu terlibat dengan komitmen.
Waktu bujang senang, nak kemana takde sesiapa tanya dan nak buat apa takde siapa nak komplen, tak gitu? Bebas. Tambahan pula, bila dah bercinta, terbayang susahnya bila dah ada komitmen, masa untuk diri sendiri dah kurang bahkan hampir takde langsung.
Selain tu, mungkin sebab dah serik bercinta dan tak nak bercinta lagi. Terus terang saya juga ada rasa macam ni.
Sakit tau putus cinta ni! Bila dah putus cinta, jadi fobia dan kekecewaan yang pernah menimpa diri menjadi parut yang sukar nak disembuhkan.
Tapi, sunyi pulak kalau takde cinta. Tak bahagia, dan tak bersemangat rasanya. Takde siapa untuk bagi dorongan, semangat dan sokongan. Takde siapa yang boleh dijadikan teman rapat dikala berduka dan tiada siapa jadi pencetus ilham dikala cabaran maha hebat melanda diri Anda.
Cinta pada kekasih lain “getaran” nya, cinta pada kedua orang juga lain juga getarannya. Mana satu yang membuat anda rasa bahagia? Mestilah cinta pada kekasih hati. Ada sesiapa bersetuju?
Terima hakikat, cinta manusia takkan kekal. Ia memang cinta sementara yang ditakdirkan takkan kekal. Hanya cinta pada Allah jua yang kekal, hakiki dan tidak mengecewakan.
Namun, sebagai dorongan motivasi anggap setiap pengalaman pahit yang Anda alami sebagai salah satu cara Allah mendidik Anda supaya menjadi lebih gigih dan lebih cemerlang dalam kerjaya, pelajaran mahupun bisnes.

Label:

CARA LAIN BELAJAR DARI SEBUAH BUKU

Di antara sekian banyak sifat baik yang ada pada manusia, sifat sederhana adalah sifat yang paling kukagumi. Tidak mudah dilakukan, memang, karena dituntut ketulusan didalamnya, juga kecerdasan! Pernah baca buku teori relativitas-nya oom Einstein, nggak? (judulnya: Relativity: The Special and the General Story). Kalo belum, gih sana ke perpus, pinjem, hehe.
Tahu, nggak, bahwa ternyata tulisannya tidak serumit yang kita bayangkan sebelumnya. Aku sendiri sampai takjub ketika membaca ilustrasi dan analogi-analoginya saat menerangkan teorinya tentang relativitas. Ia menyederhanakan hal-hal yang rumit dan melunakkan teori-teori yang kaku. Memahami rumitnya relativitas waktu tidak perlu sampai suntuk memperdebatkan rumus-rumus. Cukup dengan membayangkan bedanya satu jam buat orang yang sedang jatuh cinta dengan satu jam bagi orang yang sakit. Nah!
Contoh yang sama juga ada pada buku Emotional Intelligence, karya Daniel Goleman (terjemahannya di Indonesia diterbitkan oleh penerbit mizan) yang menggemparkan dunia pada tahun 80-an, dengan teorinya bahwa 80% kesuksesan kita ternyata ditentukan oleh berfungsinya secara efektif EQ, dan hanya 20% dari IQ (mungkin udah pada baca, ya?); dan buku terkenal dari Abraham H. Maslow, seorang pendiri psikologi humanistik yang sangat berpengaruh: The Farther Reaches of Human Nature, bahasanya enak dan mengalir, lugas dan sederhana; atau buku laris Al Ries (dan puterinya Laura Ries, psst, cewek cantik dan cerdas ini juga punya blog, lho! ini url-nya) yang sangat mencengangkan dunia marketing: The Fall of Advertising and The Rise of PR; juga -kemungkinan besar kamu pasti pernah membaca, walau cuma sekali- Chicken Soup for The Soul.
Di dunia Islam ada buku-buku karya Syaikh Yusuf Qardhawi. Ilmu fiqh yang rumit dan njelimet itu (buat aku, hehe) disampaikan oleh Qardhawi dengan cara sederhana sehingga bisa membuatku keasyikan membacanya. Dan masih banyak contoh lainnya.
Semua adalah contoh buku-buku berbobot, yang masuk kategori best seller, yang mencengangkan dan -rasanya tidak berlebihan bila disebut- merubah dunia, dan memberi pencerahan. Bila diperhatikan, persamaan dari semua buku tersebut adalah kesederhanaannya. Tidak bikin pusing dengan istilah-istilah yang berat, sehingga mudah dicerna kalangan manapun. Sederhana dalam bertutur, ringan dalam menyampaikan pemikiran yang berat.
Mereka senang memakai kalimat-kalimat dan kosakata yang sederhana dan kalaupun mereka terpaksa menggunakan istilah yang kurang dikenal masyarakat, mereka memberi penjelasan dengan cara yang sederhana dan enak. Sehingga orang-orang yang tahu tidak merasa jemu dan orang yang tidak tahu merasa lapang, tidak merasa bodoh.
Buku manapun yang kita pilih di antara karya-karya paling berpengaruh, akan mengantarkan kita pada kesimpulan tentang betapa berharganya sebuah kesederhanaan. Pemikiran yang pelik akan terasa renyah bila disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mengalir; tema yang berbobot bisa juga dibahas dengan cara ringan tanpa harus menjadikan tulisannya dangkal dan kering.
Lalu hikmah apa yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari?

Label:

Cara Berpikir seorang Milyuner

Anda tahu bagaimana cara milyuner berpikir? Apa saja faktor yang mempengaruhi kesuksesan seorang Milyuner? Apakah pendidikan? Kecerdasan, atau faktor yang lain?
Universitas Harvard pernah melakukan sebuah penelitian di Amerika pada tahun 1950 dan 1960-an yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang diduga mempengaruhi seseorang atau sebuah keluarga yang mampu mengubah kehidupan mereka menjadi lebih kaya dibanding sebelumnya.
Penelitian tersebut mempelajari beberapa faktor, misalnya pendidikan, kecerdasan, dilahirkan dari keluarga kaya, atau memiliki banyak kenalan (network). Ternyata, banyak kasus dimana seseorang yang dilahirkan dengan tak kurang satu apapun dalam keluarganya, kemudian hidup dalam kemiskinan. Sebaliknya, mereka juga banyak menemukan bahwa seseorang yang dilahirkan dengan segala kekurangan ternyata kemudian mampu menjadi orang sukses luar biasa.
Lalu faktor apa sebenarnya yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang? Penelitian dari Universitas Harvard tersebut menemukan bahwa hanya ada satu kunci perilaku yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang khususnya mencapai kebebasan finansial. Apa faktor tersebut? Berdasarkan penelitian diatas, faktor tersebut adalah Time Perspective. Time Perspective bisa diartikan mempertimbangkan faktor-faktor penting dalam mengambil sebuah alternatif keputusan yang sangat penting dalam kehidupan Anda dengan cara berpikir jauh ke depan (masa akan datang) - mohon dikoreksi bila salah-.
Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa ternyata orang-orang kaya atau orang sukses (Milyuner) memiliki cara berpikir yang selalu melihat jauh ke masa depan atau mungkin bisa dikatakan visioner dan mereka juga selalu melakukan penyesuaian (adjustment) terhadap kebiasaan mereka sehari-hari untuk memastikan agar mereka dapat mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditentukan.
Anda mungkin sudah mengetahui bahwa pengusaha-pengusaha yang telah sukses adalah mereka yang dulu memiliki pemikiran yang jauh ke depan. Banyak contoh yang dapat kita tauladani dan mungkin Anda juga telah tahu misalnya Dahlan Iskan (Jawa Pos), Bill Gates (Microsoft), Surya Paloh (Media Indonesia), M Nadjih (PT. KML), dll.
Orang sukses tidak akan mudah menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna. Hanya orang yang bijaksana dalam menghabiskan waktunya akan mendapatkan kesuksesan dalam hidup.
Milyuner menggunakan waktu mereka sebaik-baiknya. Mereka menggunakan hari, minggu, bulan, tahun (waktu yang mereka miliki) untuk selalu meningkatkan keahlian dan kemampuan mereka atau selalu menambah pengalaman mereka sesuai apa yang mereka impikan. Rata-rata mereka yang saat ini telah menjadi milyuner memiliki cara berpikir 10, 15, 20, atau beberapa puluh tahun jauh ke depan.
Sebaliknya, orang-orang yang memiliki cara berpikir yang pendek umumnya hanya memikirkan kesenangan sementara (jangka pendek). Mereka tidak mampu menunda kesenangan. Mereka tidak mampu memilih mana kebutuhan dan mana keinginan.
Anda pasti ingin jadi Milyuner kan? Nah, mulai sekarang Anda harus berpikir jauh ke depan (long time perspective). Ketika Anda telah memiliki cara berpikir jauh ke depan, Anda akan menggunakan waktu secara bijak, Anda akan mulai membangun hidup disiplin dan menunda kesenangan, Anda akan lebih memilih menabung atau menginvestasikan uang Anda dibanding membelanjakannya.
Kombinasi antara cara berpikir jauh ke depan dan menunda kesenangan inilah yang membuat Anda di jalur yang benar untuk mencapai kebebasan finansial.
Secara singkat langkah sukses (khususnya bebas financial) berdasarkan cara berpikir milyuner adalah :
1. Tentukan tujuan jangka panjang financial yang ingin Anda capai dalam kehidupan Anda. Tentukan berapa banyak kekayaan yang Anda miliki 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun yang akan dating dari saat ini.
2. Tulislah semua tujuan Anda di no1.
3. Buatlah rencana untuk mewujudkannya (sebisa mungkin detail hingga kegiatan hari-hari Anda
4. Action / lakukan setiap rencana yang telah Anda tulis
5. Belajar untuk menunda kesenangan.
6. Disiplin menjalankan planning Anda
7. Evaluasi setiap periode apa yang telah Anda lakukan.
Demikianlah cara berpikir Milyuner dalam mencapai kesuksesannya khususnya dalam hal financial.
Salam sukses
sumber : briantracy.com

Label:

Berpikir positif itu asyik

Sebuah kisah nyata...
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.
Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR :
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk dst...

Label:

Berani Mengambil Resiko Gagal

Bersiap-siaplah. Saat ini adalah saat yang paling baik bagi anda untuk memulai tindakan-tindakan yang positif. Anda selalu berlatih dan anda punya kepercayaan diri dalam mempersiapkan tindakan anda. Jangan biarkan diri anda dikalahkan oleh keraguan. Anda menyadari bahwa saatnya akan datang dimana anda harus bertindak. Jika anda ragu terlalu lama, keraguan tersebut akan selalu menyelimuti dan berubah menjadi ketakutan. Ya, anda bisa tersandung. Ya, anda bisa ditolak. Ya, anda mungkin gagal. Inilah hidup. Para penakluk kehidupan setuju bahwa dalam berusaha mereka mungkin harus menyesuaikan dirinya, bahkan memulainya kembali berkali-kali. Perbedaan antara orang sukses dengan yang lainnya bukan pada apakah anda membuat kesalahan atau bahkan gagal untuk sementara waktu, tetapi perbedaanya pada bagaimana respon anda..
Kebanyakan orang mencari jaminan sebelum mengambil tindakan. Namun, dalam usaha pencarian jaminan tersebut, mereka sering menerima peringatan yang dapat dengan mudah digunakan sebagai alasan untuk tidak bertindak. Waspadalah, karena mereka yang paling mencintai andalah yang mungkin memperingatkan anda paling keras agar tidak mengambil resiko.

Label:

Bangkit Dari Kegagalan

Siapapun anda yang membaca artikel saya ini pasti pernah mengalami kegagalan. Masih ingatkah anda ketika pertama kali menulis puisi? Untuk menulis puisi mungkin kita memerlukan berlembar-lembar kertas karena kita merasa gagal dengan tulisan-tulisan pertama, kedua dan berikutnya. Mungkin anda pernah gagal dalam pacaran, pernah kalah dalam suatu pertandingan, pernah gagal memanfaatkan kesempatan yang sudah di depan mata atau kegagalan-kegagalan lainnya.
Dalam sequel film Rambo yang dimulai dari First Blood (1982) dan First Blood 2 (1985), kita bisa melihat betapa hebatnya tentara Amerika bertempur dalam perang Vietnam. John Rambo (Sylvester Stallone) dalam perang Vietnam ini seolah-olah merupakan "ikon" tentara Amerika sangat digdaya dan selalu memenangkan setiap pertempuran yang dilakoninya. Dalam perang Vitenam sesungguhnya yang terjadi antara tahun 1959 - 1975, terdapat 58,000 tentara Amerika gugur. Mereka berhasil dikalahkan oleh para Viet Cong (tentara sipil untuk mempertahankan Vietnam Selatan). Ahli strategi militer klasik China Sun Tzu (544 - 496 SM), pernah mengatakan bahwa tidak mungkin kita memenangkan dalam setiap medan pertempuran. Tentara Amerika yang sangat digdaya dan mempunyai peralatan canggihpun pun bisa mengalami kekalahan atau kegagalan.
Di era akhir 80-an kita dikejutkan dengan munculnya si leher beton Mike Tyson di khasanah tinju kelas berat dunia. Dalam 19 penampilan pertamanya di ring tinju professional, Mike Tyson mengalahkan lawan-lawannya maksimal dalam 6 ronde, dan 12 di antaranya diKO pada ronde ke-1! Saat itu muncul asumsi bahwa dalam sepuluh tahun ke depan akan sulit menemukan lawan sepadan buat Mike Tyson di planet ini. Namun siapa sangka pada tanggal 11 Februari 1990 di Tokyo, Mike Tyson bisa dijungkalkan James "Buster" Douglas, petinju yang tidak dilirik sebelah mata pun oleh pasar taruhan (42-1 untuk Tyson)? Dalam 35 detik di ronde ke-10 untuk pertama kalinya Tyson mencium kanvas dan kehilangan gelar!
Dari kedua contoh di atas jelas menunjukkan bahwa kegagalan bisa terjadi pada siapa saja. Kegagalan harus kita yakini sebagai proses yang belum sempurna, ada tahap-tahap tertentu yang mungkin tidak kita prediksi sebelumnya atau kita lewati hanya dikarenakan kita terlalu percaya diri. Untuk kasus Mike Tyson, dia terlalu menganggap remeh lawan dan sangat kurang dalam persiapan menghadapi pertarungan tersebut. Hanya sayangnya James "Buster" Douglas bukanlah petinju besar, setelah pertarungan tersebut dia langsung kehilangan gelar pada saat mempertahankan gelar pertamanya melawan Evander Holyfield. Namun dia akan selalu dikenang sejarah sebagai orang pertama yang berhasil menjungkalkan si leher beton! Tidak ada manusia hidup di dunia ini dengan kesempurnaan. Seperti kurva distribusi normal, semua dimulai dari bawah, bergerak menuju ke puncak dan pada masanya mengalami penurunan. Semua orang pernah mengalami kegagalan.

Kesuksesan di balik Kegagalan
Pada setiap kegagalan yang kita alami, jika kemudian kita lakukan evaluasi maka akan terdapat beberapa kesempatan-kesempatan baru untuk mendapatkan kesuksesan yang lebih besar. Siapa yang tidak mengenal Abraham Lincoln? Lincoln sudah ditinggalkan ayahnya pada usia 8 tahun dan ditinggal ibunya pada saat usianya 10 tahun. Kegagalan demi kegagalan di waktu mudanya tidak membuat dirinya patah semangat. Abraham Lincoln mampu membuat kegagalan menjadi batu loncatan antara satu kesuksesan ke kesuksesan lain. Tahun 1849 Lincoln maju menjadi walikota namun ditolak. Tahun 1854 maju menjadi anggota senat namun gagal juga. Tapi ia terus maju dan kembali gagal saat mencalonkan diri jadi Wakil Presiden pada tahun 1856 tetapi gagal karena suaranya di bawah 100 pemilih. Saat mencoba masuk senat pada 1858 ia kalah lagi. Dengan kegigihan dan keyakinan kuat, Abraham Lincoln malahan terpilih menjadi Presiden AS ke-16 pada tahun 1860.
Anda pasti mengenal celana Levi's bukan? Proses di balik kesuksesannya sangat menginspirasi kita. Levi Strauss dilahirkan di Bavaria Eropa 26 Februari 1829. Ketika di San Fransisco pada tahun 1850 lagi demam penambangan emas, dia mencoba peruntungan bermigrasi ke San Fransisco. Akhirnya dia menjadi warga negara Amerika di tahun 1853. Mengetahui kegagalannya menjadi penambang emas, Levi Strauss melihat justru ada peluang baru, dia menawarkan tenda-tenda kanvas ke para penambang. Pekerja-pekerja tambang di sana justru sangat tertarik dengan celana panjang yang dikenakannya. Kemudian dikembangkanlah celana denim atau jeans. Bisnis barunya ini menjadi cikal bakal blue jeans "Levi's" yang merupakan merek pertama dan terpopuler hingga saat ini.
Kegagalan memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa mungkin cara yang kita tempuh adalah salah sehingga kita bisa mengerjakan segala proses kesuksesan dengan lebih baik. Kita juga jadi tahu resiko-resiko yang mungkin akan muncul di setiap proses dan bagaimana menghindari resikonya tersebut. Kegagalan jika dikelola dengan baik akan membangitkan motivasi positif dalam diri kita.
Fenomena Rudy Hartono dan David Beckham
Seorang remaja Indonesia usia 18 tahun di tahun 1968, berhasil mengalahkan pemain badminton hebat Tan Aik Huang (Malaysia) dengan score 15-12 dan 15-9 di ajang Piala All England untuk pertama kalinya. Remaja ini bahkan setahun sebelumnya memberikan andil kemenangan tim bulutangkis Indonesia untuk memenangkan Thomas Cup. Dialah Rudy Hartono, sang maestro bulutangkis kita. Rudy memenangkan piala supremasi All England sebanyak 7 kali berturut-turut dari tahun 1968-1974. Tampil 10 kali di final All England, Rudy Hartono berhasil merebut 8 kali juara. Tahun 1975 di final Rudy dikalahkan musuh bebuyutannya yaitu Svend Pri (Denmark) dengan score 11-15 dan 14-17. Tahun 1976 Rudy bangkit dari kegagalannya dan mengalahkan Liem Swie King di final. Tahun 1977 Rudy tidak ikut dan di tahun 1978 dia tampil di final All England lagi meskipun akhirnya dikalahkan juniornya Liem Swie King. Selain tahun 1967, Rudy Hartono juga mengantarkan Indonesia merebut Thomas Cup 1970, 1973 dan 1976. Kegagalan menyakitkan bagi Rudy Hartono kekalahan menyesakkannya dari Svend Pri di ajang Thomas Cup tahun 1973 di Jakarta. Meski Indonesia mengalahkan Denmark 8-1 namun satu-satunya kekalahan Indonesia adalah diperoleh Rudy Hartono. Bukanlah Rudy Hartono kalau tidak bangkit kembali. Dia bangkit kembali dengan merebut 3 gelar All England setelah itu, bahkan di tahun 1980 Rudy Hartono menjadi juara dunia mengalahkan Liem Swie King. Suatu prestasi yang sangat sukar diulangi sampai kapanpun juga. Tidak gampang menjadi juara di kejuaraan internasional badminton apalagi sebagai juara badminton All England 8 kali!
Contoh paling gres tentang bangkit dari kegagalan dari dunia sepakbola adalah fenomena David Beckham. Beckham gagal membawa Inggris dalam Piala Dunia 2006. Lebih tragis lagi dia dicoret dari timnas Inggris oleh Steve McClaren pada 11 Agustus 2006. Di Real Madrid klub terakhir dia bercokol (hingga akhir Juni 2007) tidak pernah memasang Beckham sebagai starter sejak itu. Fabio Capello sang pelatih malah bilang tidak akan pernah memakai Beckham lagi setelah dia menandatangani kontrak 5 tahun sebesar 250 juta dollar US dengan klub Los Angeles Galaxy pada 14 Januari 2007. Namun apa yang dilakukan Beckham dengan serangkaian kegagalan dan penolakan di ujung karirnya? Beckham tetaplah seorang profesional sejati. Dia tetap disiplin berlatih bersama teman-temannya Real Madrid di Santiago Bernabeu meskipun namanya tidak masuk dalam line-up pemain sekalipun.
Hingga Real Madrid mengalami krisis pemain dan kegagalan beruntun dihadapi, akhirnya Fabio Capello menarik kembali ucapannya dan memasang Beckham kembali. Hal yang luar biasa bahwa Beckham bisa bangkit dan menunjukkan kelasnya sebagai pemain dunia yang mengantarkan kemenangan Real Madrid di beberapa pertandingan terakhir. Malang bagi Real Madrid, kini Beckham sudah bukan milik mereka lagi, mereka menyesal pernah melakukan kesalahan terbesar dengan mencoretnya dalam daftar pemain. Ramon Calderon Presiden Real Madrid berusaha menggagalkan kepergian Beckham ke LA Galaxy berapapun biayanya, namun Beckham tetaplah pemain profesional dan tetap akan ke LA Galaxy.
Tanggal 26 Mei 2007 Mc. Claren pelatih Inggris memanggil kembali Beckham di tim nasional Inggris setelah tim Inggris mengalami permainan buruk sepanjang awal kualifikasi piala Euro 2008. Pertandingan comeback pertama Beckham yang dilakoni melawan Brasil berhasil dilewatinya dengan sempurna. Umpan matangnya ke John Terry mengantarkan Inggris memenangkan pertandingan tersebut. Bravo buat profesionalisme Beckham! Dia memberikan contoh bahwa bangkit dari kegagalan adalah suatu keharusan jika kita ingin tetap maju.
Setiap orang mengalami masa-masa perjuangan menuju sukses. Untuk mencapai kesuksesan ada resikonya. Semakin besar resiko maka semakin besar pula tingkat kesuksesannya. Resiko terbesar adalah kegagalan. Kegagalan adalah suatu kata yang tidak enak didengar, dan tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan atau mau mengalami kegagalan itu. Kita sudah belajar bahwa orang-orang sukses tidak bakalan sukses tanpa kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Orang-orang sukses beranggapan kegagalan adalah bersifat sementara bukan permanen. Kegagalan hendaklah hanya merupakan salah satu bab dalam rangkaian buku kehidupan kita. Kegagalan bukanlah menjadi penutup kehidupan kita, terkecuali jika kita menyerah terlalu dini. Nah jika kita pernah mengalami kegagalan, berapapun besar tingkat kegagalan tersebut tetaplah pantang menyerah. Ambillah sikap positif. Belajarlah dari kegagalan, evaluasi dan lakukan action-action baru. Kita harus mampu bangkit dari kegagalan dan menjadi pemenang di kehidupan ini!
Salam dahsyat luar biasa,

Label:

Busuknya kebencian

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan"permainan". Ibu Gurumenyuruh tiap² muridnya membawa kantong plastiktransparan 1 buah dankentang. Masing² kentang tersebut diberi namaberdasarkan nama orang yangdibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukanberapa ... tergantungjumlah orang² yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing² murid membawakentang dalam kantongplastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan adayang 5. Sepertiperintah guru mereka tiap² kentang diberi nama sesuainama orang yangdibenci. Murid² harus membawa kantong plastik berisikentang tersebutkemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun,selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang² pun mulai membusuk,murid² mulai mengeluh,apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain beratbaunya juga tidak sedap.Setelah 1 minggu murid² TK tersebut merasa lega karenapenderitaan merekaakan segera berakhir. Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ?" Keluarlah keluhan dari murid² TK tersebut, padaumumnya mereka tidak merasanyaman harus membawa kentang² busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Gurupun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan. Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kitabawa² apabila kitatidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidakmenyenangkan membawakentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jikakita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkahtidak nyamannya ..."

Label:

Apakah Anda Layak Sukses ?

Semua orang ingin sukses, tapi tak semua orang layak sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok, memutar, tapi jalan itu ada! Jalan itu terbuka untuk semua orang, termasuk Anda, tapi tak semua orang akan sampai ke finish.
 
Banyak godaan untuk berhenti, baik faktor langit ataupun bumi dikambing hitamkan. Jarang ada orang yang 'mengepel' (baca:introspeksi) saat terpeleset. Banyak juga yang mengulangi kesalahan yang sama dengan dalih 'konsistensi' .
“You can not live with yesterday standard and expect extra ordinary income today!”
 
Dibutuhkan extra kreativitas, pertambahan knowledge untuk menghadapi perubahan dan persaingan. Jika tahun lalu anda membuka toko dan laris, tahun ini pasti banyak toko serupa di sekitar Anda. Hargapun akan banting-bantingan. Itu sudah hukum alam, jangan salahkan kompetitor. Salahkan diri Anda yang tak mau berubah.

Dimana Anda tahun lalu? Kemajuan apa yang Anda capai? Mungkin tahun lalu Anda belum mulai usaha, tapi sekarang Anda sudah menjadi pengusaha. Bisa jadi usaha Anda maju pesat dalam setahun, tapi bisa jadi Anda bangkrut sekarang ini. Bukan hanya hasilnya yang patut dipuji, tapi spirit Anda untuk tetap bergerak, bangkit dari kegagalan yang patut diacungi double jempol! Itulah Entrepreneur Sejati! Hidup tak selamanya adil. Mungkin Anda sekarang barusan tertipu, difitnah, jangan kurangi spirit Anda. Meskipun Anda sedang dibawah, yang penting Anda terus bergerak.

Sekarang waktunya my friend, untuk EVALUASI. Menghitung pencapaian dan kerugian. Re-strategy untuk kemajuan. Menengok kebelakang, mengecek perbekalan, menetapkan tujuan di tahun yang baru. Jangan katakan Anda tak punya waktu untuk mengasah gergaji Anda, karena itu bukan pilihan, tapi keharusan.
Cukup 30menit+10menit! Cari tempat yang tenang, jika perlu pergi ke resort. No hp, No children, No voice, Just between You and God! Sediakan selembar kertas putih dan pena.

10 menit pertama
Rileks dan ingat-ingat kembali, apa target-target Anda tahun ini? Mana yang tercapai, mana yang tidak. Kenapa tidak tercapai? Bagaimana cara memperbaikinya? Jika tahun ini tidak ada target, sesalilah kondisi Anda saat ini yang tidak banyak perubahan. Menangislah jika perlu, seolah-olah hari ini adalah hari terakhir Anda didunia. Seolah-olah malaikat sedang meng-audit hasil kerja Anda tahun ini. Berjanjilah untuk tidak mensia-siakan waktu.

10 menit kedua
Buat target baru tahun depan. Berapa target penghasilan Anda perbulan? Prestasi apa yang akan Anda capai! Tentukan tanggalnya! Apa komitmen sosial Anda? Berapa target zakat yang akan Anda bayar tahun depan? Berapa banyak anak yatim yang akan Anda santuni? Perbaikan hidup seperti apa yang Anda targetkan untuk keluarga Anda? Targetkan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Visualisasikan dalam bentuk gambar. Tulis tanggal pencapaian Anda. Jangan membuat target sesuai dengan kemampuan anda sekarang, tapi sedikit lebih dari apa yang anda pikirkan. Sesungguhnya kemampuan kita melebihi apa yang kita pikirkan.
"Only those who can see the invisibles, they can do the impossibles"
10 menit ketiga
Bagaimana cara mencapai target-target Anda diatas? Gajahpun bisa dimakan kalau dipotong-potong, dibuat dendeng, abon dan di sup dagingnya. Potong-potong target tahunan Anda menjadi target 6 bulan, 3 bulan, bulanan, mingguan dan harian. Pikirkan strategi untuk mencapai target-target Anda, kemudian tuliskan. Jangan lupa ACTION, bukan hanya rencana saja!!!

+10 menit
"Mohon AmpunanMu ya Tuhan atas waktu yang terbuang percuma, bahkan ternoda oleh banyak dosa. Semoga Engkau masih memberikan hamba nafas untuk mejadi lebih baik dan mensyukuri segala rahmatMu". Jangan puas terhadap apa yang kita capai, tapi syukuri apa yang telah kita dapatkan. Kita telah diberikan waktu puluhan tahun untuk bernafas. Apa balasan kita kepadaNya? Bahkan selalu kita meminta karena kekurangan. Pernahkah kita bersyukur anak kita terlahir utuh. Pernahkah kita bersyukur terhadap segala nikmat yang tak terhitung? Yang terakhir, barulah kita memohon kemudahan atas upaya kita. Bukan menjadi pengusaha yang kita cari, tapi nilai-nilai entrepreneurshipnya. Sukses bukanlah masalah pencapaian saja, tapi bertumbuh ke potensi maksimal yang diberikan Sang Pencipta kepada kita.
HIDUP INI SINGKAT!
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, BAGAIMANA Anda ingin dikenang?
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APA kata-kata terakhir yang ingin Anda dengar, dari orang-orang yang mencintai Anda?
Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APAKAH Anda sudah memberikan yang TERBAIK?
Jika Hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia, APA yang Anda tinggalkan?
Apakah Anda layak sukses?
Apakah Anda sudah berusaha yang terbaik?
Apakah Anda membuat orang lain bangga ?
Apakah Anda meninggal seperti seorang PEJUANG? …atau PECUNDANG?
Berapa jam sehari Anda mengabdikan waktu Anda untuk bertumbuh?
Berapa jam sehari waktu terbuang percuma?
Semoga masih ada hari esok!
Hidup itu pilihan! Mana yang Anda pilih?
Hidup itu singkat, jadi ……

Label:

12/11/2008

Berpikir Kreatif Bagi Manajer

Tujuh tahun terakhir ini, berpikir kreatif (creative thinking) telah bergeser dari tadinya hanya dianggap sebagai hal sepele, membuang-buang waktu, menjadi keahlian manajemen yang harus dimiliki oleh para manajer.

Walau orang masih bingung memahami berpikir kreatif, nampaknya makin jelas bahwa bisnis yang tidak mengandal pada berpikir kreatif serta fleksibel, cenderung akan mengalami kegagalan.

Sejak Jeff Immelt menjadi CEO General Electric di tahun 2001, dia dan timnya sudah mulai menerapkan teknik berpikir kreatif, yang saat itu ternyata banyak yang menyepelekannya. Namun kenyataannya, kebiasaan itu mampu membawa bisnis mereka sukses besar.

Berita bagus, kita bisa berpikir kreatif. Kita dengan mudah bisa mengamati perilaku dan sistem yang digunakan oleh pemikir paling kreatif di dunia, dan kemudian kita bisa adaptasi sesuai dengan lingkungan yang kita hadapi.

Yang paling penting adalah kita tidak hanya peduli pada bagaimana kita berpikir, tapi juga pada bagaimana orang lain berpikir. Dengan demikian kita bisa bereksplorasi dan bereksperimen.

Langkah pertama untuk menjadi lebih kreatif adalah dengan: 1) sangat ingin tahu, 2) mengamati orang lain, 3) mengajukan banyak pertanyaan, 4) membaca bacaan yang luas yang tidak hanya bidang spesialisasinya, 5) mempertimbangkan bagaimana orang lain menyelesaikan persoalan yang mirip, 6) melihat industri lain di luar industri kita, dan 7) mengamati cara orang-orang mengerjakan sesuatu.

Intinya kita harus membuka mata, telinga dan pikiran kita untuk melihat hal-hal baru.

Sekarang ini, revolusi informasi sangat melanda di mana saja, akibatnya, memiliki informasi bukan lagi merupakan keunggulan bersaing seperti di masa lalu. Yang harus kita lakukan adalah kita harus memfokuskan diri pada informasi yang benar-benar unik bagi organisasi kita.

Inilah mengapa menjadi sungguh penting bagi kita untuk memperhitungkan kemampuan kita berpikir secara kreatif, dan juga bagaimana berpikir kreatif pada karyawannya dikenali dan dipelihara dengan sungguh-sungguh oleh perusahaan...

Mari kita coba berpikir kreatif. Mengajukan pertanyaan adalah langkah awal yang bagus. Contoh, pertimbangkan pekerjaan yang sedang anda lakukan. Apakah pekerjaan itu sudah sempurna? Apakah yang anda lakukan sudah sesuai dengan tugas anda, ataukah ada 'cacat' yang perlu diperbaiki? Mengapa anda bekerja dengan cara itu? Sudahkah itu cara yang terbaik? Bagaimana cara memperbaikinya? Apakah cara kerja anda itu memang memberi manfaat bagi pelanggan atau terbaik bagi perusahaan?

Hanya mengajukan pertanyaan saja sudah cukup memancing pemikiran-pemikiran baru. Jadi cara yang termudah untuk berpikir keatif adalah mengajukan pertanyaan...

Salam

Label:

Manfaatkan Website Anda Menjadi Mesin Penjual yang Tangguh

Bayangkanlah hal ini. Web anda sangat banyak dikunjungi orang. Web anda ini demikian hebat sehingga dari 100 orang yang berkunjung, 5 orang pasti membeli produk yang anda jual di web itu. Web ini bekerja terus menerus, tidak pernah letih, tidak pernah mengeluh, dan ia siap 24 jam sehari.

Apakah anda punya web seperti ini? Saya berani perkirakan tidak. Mengapa? Karena dari 100 web, hanya satu saja yang mampu menjual produk di Internet. Berarti 99 % Web tidak mendapatkan transaksi yang semestinya.
Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana menjadikan web kita jadi mesin penjual yang tangguh seperti di atas.

Ada tiga unsur yang penting, yaitu:

1) jual produk yang hebat,

2) buat surat penjualan yang ampuh sehingga orang yang membaca akan membeli produk anda, dan

3) Web traffic.

Dalam pembahasan di selanjutnya saya akan membahas lebih lanjut tiga unsur penting ini.

Respon yang Paling Diinginkan (RPD)

Tahukah anda bahwa Detik.com menduduki peringkat ke 6.186 dari web paling ramai dikunjungi orang seluruh dunia? Kompas.com menempati rangking ke 6.979, sedangkan Astaga.com pada posisi 26.544. Pengin tahu peringkat klikbca.com? Ia berada pada posisi ke 49.883.


Mengapa web-web di atas sangat menarik perhatian orang? Karena mereka mampu menyediakan apa yang diinginkan orang. Mengapa anda mengunjungi detik.com? karena ingin mendapat berita terkini. Mengapa browsing ke klikbca.com? karena ingin melakukan transaksi.

Hasrat, kehendak, dan keinginan orang inilah yang membuat alasan mengapa orang mengunjungi suatu web. Jadi sebelum kita mendesain web, maka langkah pertama yang harus kita tanyakan adalah: Apa tujuan kita membuat web?

Respon yang Paling Diinginkan (RPD) merupakan alat bantu untuk menentukan tujuan sebuah web. Contoh, jika anda seorang konsultan yang ingin mempromosikan jasanya melalui web, maka RPD anda adalah pengunjung diharapkan menelpon anda atau kantor anda. Rasanya jarang transaksi dalam bidang konsultansi yang langsung bisa terjadi pada saat itu. Oleh karenanya, RPD anda adalah pengunjung menelpon anda. Dari catatan statistik di web, anda bisa melihat bahwa dari 100 orang yang berkunjung ke web anda, 7 orang menelpon anda. Setelah hal ini anda ketahui, maka permainan anda adalah tinggal mengajak makin banyak orang berkunjung ke web anda. Jika 1000 orang berkunjung, maka yang menelpon 70, jika 100.000 orang maka…wah bisnis anda jadi hebat sekali.


RPD adalah konsep yang penting sekali. Jika web anda adalah toko online, maka RPD anda adalah tingkat di mana pengunjung membeli produk anda secara online di mana transaksi terjadi pada saat itu juga. Jika RPD anda hanya berupa pengenalan produk, maka respon yang diinginkan mungkin berupa permintaan brosur, fax informasi lebih lanjut dsb. RPD ini berbeda-beda untuk masing-masing organisasi. Bagaimana kalau tidak usah pakai RPD? Boleh, jika anda tidak punya customer, dan web anda tidak ingin dikenal orang.

Produk Yang Hebat
Masyarakat yang paling skeptis di dunia adalah pemakai internet. Percayakah bila anda ditawari, “Urgent Notice Quick – Your Debt is BEING ERASED!” atau “We Give You a New Car and Pay You to Drive it” atau “Work from home and earn $125-$175 an hour!!” Inilah tawaran yang saya terima sewaktu pagi tadi saya membuka e-mail. Percayakah anda? Saya tidak, anda…? Ah, andaikata tawaran berpendapatan $125 per jam dengan kerja di rumah itu benar. Mungkin saya sudah balik kampung dan tinggal di lembah Gunung Tidar.

Untuk mengatasi tingginya rasa skeptis ini, maka para internet marketer menawarkan solusi garansi uang kembali. Ada yang menggaransi hingga 90 hari bahkan satu tahun.
Jika produk anda mengecewakan pembeli, maka bersiaplah untuk menerima banjir orang yang mengembalikan produk anda dan meminta uang kembali.
Jika produk anda hebat (definisi hebat: produk yang “overdeliver” memberi nilai lebih dari harga beli barang itu), maka internet adalah sarana penjualan yang luar biasa.

Surat Penjualan Yang Ampuh
Pernahkah anda menemukan Web yang tanpa terasa anda membaca mulai dari judul hingga akhir? Web itu demikian menarik dan mampu membius anda, bahkan anda tanpa ragu lagi mengeluarkan kartu kredit anda untuk membeli produk itu.

Inilah kehebatan dari surat penjualan yang ampuh, atau Web copy. Web itu disusun sedemikian rupa sehingga kita menjadi sangat percaya, dan kita langsung membeli produk itu. Fakta, orang membeli karena emosional, baru kemudian merasionalkan keputusan membeli itu. Anda membeli jam tangan seharga 20 juta karena jam itu anda rasa mencerminkan pribadi sukses anda. Keputusan itu akan lengkap setelah anda ‘merasionalkan’ dengan alasan yang diangga ‘logis’ yaitu, “memang aku pantas pakai jam ini, bukankah jam ini awet dan mutunya tinggi?” Anda lupa bahwa jam seharga 200 ribuan juga awet dan bermutu tinggi.


Salah satu cara membuat web yang ampuh adalah dengan sebanyak mungkin menawarkan benefit kepada pengunjung dan calon pembeli. Tumpuklah benefit banyak-banyak, dan berilah bonus-bonus yang dipersepsikan jauh melebihi harga yang dibayar oleh pembeli. Jika itu anda lakukan, maka web anda akan mampu membius pembeli yang tanpa sadar menarik kartu kreditnya dan membeli produk anda.

Web Traffic
Anda ingin web anda menjadi nomor 1 pada kategori tertentu di beberapa searching engines yang besar seperti Overture, Lycos atau Altavista? Mungkinkah itu? Ya. Pasti. Anda tinggal manfaatkan jasa Overture (www.overture.com) di mana perusahaan ini merupakan Pay Per Click (PPC) Search Engine. Dengan ikut mem’bidding’ keyword tertentu, web anda akan bisa berada pada posisi yang anda inginkan. Semakin tinggi anda menawar, semakin tinggi posisi anda pada searching engines.


Contoh untuk menawar keyword “Internet Marketing”, dan anda ingin menempati posisi teratas maka anda harus membayar US$4 begitu orang yang mencari kata itu mengunjungi web anda. Sedangkan keyword “bisnis” anda cukup membayar $0.10, tapi “business” anda harus bayar $0.80 jika web anda ingin ditempatkan pada posisi teratas.

Kesimpulannya, tiga pilar besar di atas yaitu, produk yang hebat, surat penjualan yang ampuh, dan webtraffic yang banyak merupakan kunci sukses anda menjadikan web anda sebagai mesin penjual yang tangguh.

Tip Menjadikan Web sebagai Mesin Penjual

Web harus sederhana, jangan terlalu banyak grafik. Contoh? Lihat Yahoo.com.
Banyak White space (ruang kosong), membaca di layar komputer lebih berat daripada di kertas, oleh karenanya ruang kosong, memberi ‘nafas’ kepada pembaca.
Web harus lebih tertuju ke “anda”, bukannya ke “aku” atau kita.
Tumpuk benefit sebanyak-banyaknya bagi pembeli.
Garansi, ingat masyarakat internet adalah masyarakat paling skeptis.
Jangan pakai domain free. Siapa yang percaya pada web www.freedomain.com/public/gratis/dwi/index.html
Jika anda ingin web anda ada transaksi kartu kredit, beri jaminan bahwa transaksi aman dan tidak akan dibobol oleh orang jahat.

Label:

Ternyata Kekayaan Mendatangi Orang-Orang yang Sabar

Turun berat badan 10 kilo dalam seminggu," "Jadi Sarjana Ekonomi dalam 2.8 tahun," "Semprotkan Deodorant Axxeu Niscaya Cewek Lengket kepada kita."

Lihat baik-baik, iklan-iklan tadi (sudah disamarkan) menjanjikan hasil instan. Tidak perlu ada upaya keras. Cukup minum jamu itu dan langsung kurus, tidak perlu olah raga.

Cukup semprot deodorat Axxeu dan cewek-cewek akan merubung kita. Benarkah hal itu?

Selamat datang di budaya instan, dan budaya kurang sabar.

Pagi itu sebuah mobil melaju begitu kencang di tengah padatnya lalu lintas. Ia tidak menghiraukan orang lain. Saya yang disalip, hanya bisa berujar, "sabar..."

Rekan-rekan muda saya, juga tidak sabar ingin segera menjadi manajer, menjadi pejabat, padahal kemampuan dan kematangan mereka masih minim.

Kita adalah satu-satunya makhluk yang sering tidak sepakat dengan alam. Ketika kemarau, berharap hujan. Ketika hujan datang, mengeluh. Kita berharap kapan segera kemarau (karena kebanjiran). Perhatikan alam. Dia menumbuhkan padi paling tidak butuh 4 bulan, pohon jagung menghasilkan buah setelah 3 bulan. Buah mangga tidak akan berbuah bulan Januari, ia akan berbuah sekitar bulan Juli-Agustus.

Ketika dibutuhkan pohon beringin yang bisa menaungi orang banyak, alam butuh lebih dari 50 tahun untuk menumbuhkannya. Kitalah makhluk yang sering tidak mau sabar, tidak mau menunggu. Akibatnya, kita sering stres. Ketika tahu sedang musim hujan, kita malah mengeluh mengapa hujan terus. Padahal kita tahu betul bahwa memang masanya sedang musim hujan.

Sabar, ternyata amat erat kaitannya dengan sukses di masa datang. Kita sabar sekolah dan kuliah belasan tahun agar jadi sarjana. Orang-orang yang menabung di masa mudanya, akhirnya bisa menjadi jauh lebih kaya jika mereka sabar membiarkan uang itu berbiak dalam rekening bank mereka.

Celakanya, kita dibesarkan dalam budaya instan. Akibatnya, kita kurang menghargai kesabaran. Kapasitas kita untuk menunda kenikmatan instan, ternyata merupkan komponen utama kecerdasam emosi dan kematangan seseorang.

Tanpa kesabaran ini, kita hanyalah seperti kanak-kanak yang menginginkan segalanya terjadi sekarang ini. Ingin permen, tinggal merengek, dan orang tua akan memberikan. Senyatanya, hidup tidaklah seperti itu. Untuk mencapai sukses, butuh waktu yang panjang..

Penelitian anak-anak prasekolah menunjukkan bahwa anak-anak yang bisa bersabar untuk menahan keinginan akan sesuatu, cenderung lebih sukses di masa dewasanya.

Psikolog Walter Mischel, Ph.D. dari Universitas Columbia, melakukan studi terhadap anak-anak yang berumur 4 tahun. Ia miengukur tahan tidaknya anak-anak itu terhadap godaan permen yang ada di hadapannya.

Anak-anak yang hanya tahan beberapa detik ternyata setelah 10 tahun dan diukur nilai SAT-nya, ternyata lebih rendah 60 poin dibanding anak-anak yang mampu bertahan 5 menit atau lebih.

Dari telusuran lebih lanjut ternyata anak-anak prasekolah yang mampu menahan diri dari godaan tadi, di masa dewasanya ternyata lebih mampu bersosialisasi dan secara kognitif jauh lebih baik dibanding anak-anak yang tidak tahan untuk mengambil permen.

Anak-anak yang tahan godaan tadi ternyata juga lebih mampu tahan terhadap stres dan frustrasi.

Ah itu masa kecil, sekarang kita sudah dewasa. Apa yang bisa kita perbuat agar kita bisa lebih sabar? Bagian cortex di prefrontal di otak kita berfungsi memperlambat tindakan impusif (tindakan tanpa pikir panjang) yang bisa membantu kita memilih pilihan yang memastikan kesuksesan di masa datang.

Ketika bagian otak itu berfungsi baik, ketika anda melewati kentang goreng di meja makan, sementara anda sedang diet, anda pasti tidak akan tergoda untuk melahapnya. Bahkan jika anda biasanya langsung 'menyerbu' makanan itu, anda bisa melatih ulang kerja otak anda.

Sistem nervous di otak kita memiliki fleksibilitas. Ia dapat mencipta jaluran sel baru sebagai tanggapan terhadap perilaku baru. Oleh karenanya, ketika anda sedang berlatih untuk sabar, anda bisa mengembangkan kemampuan itu secara bertahap yang akhirnya bisa menjadi alami bagi anda.

Berikut beberapa saran...

* Jangan beri kesempatan anda untuk menunda-nunda.
Ketika saya harus mempersiapkan pelatihan atau seminar yang besar, saya sering menunda-nunda. Daripada mempersiapkan bahan, saya malah asyik browsing internet. Saya menghibur rasa bersalah dengan mengatakan, "toh ini juga persiapan." Celakanya, browsing bisa berjam-jam. Saya merasakan 'kenikmatan' ketika lari dari tugas mempersiapkan bahan.

Atau saya malah menonton film di gedung bioskop dengan istri saya. Ketika istri bertanya mengapa tidak segera menyelesaikan tugas, saya jawab bahwa saya harus refreshing dulu. Senyatanya, saya menunda-nunda. Saya tidak sabar terhadap 'kesusahan' mempersiapkan bahan seminar.

Akibatnya, ketika waktu makin mepet, saya mengalami stres. Saya kerja hingga larut malam. Ketika selesai, ada rasa kurang puas terhadap hasil yang saya capai.

Tapi sekarang saya mulai sadar terhadap 'jebakan' menunda-nunda itu. Ketika ada dorongan untuk menunda-nunda, daripada melawan, saya beri kesempatan diri saya untuk 'bersenang-senang' barang satu dua jam. Setelah itu saya langsung ' tancap gas' menyelesaikan tugas-tugas.

* Jadikan waktu menunggu jadi sahabat anda.
Ketika kita sedang macet dan diam terpaku di mobil, mengapa kita tidak melihat apa yang bisa kita pelajari dari lingkungan di situ. Bagi saya, ketika macet, saya malah melatih pernafasan chi kung (melatih nafas lembut yang memperhatikan perut mengempis dan mengembang).

Ketika mengambil nafas saya membayangkan energi dari alam masuk ke badang saya dan merilekskan serta menyegarkan, dan ketika keluar nafas, saya membayangkan stres dan energi hitam keluar dari badan. Hanya melakukan ini saja, sudah membuat badan rileks. Jadi ketika ada macet, pasti saya langsung chi kung. Jadinya, macet malah menyenangkan, malah ditunggu...Silakan dicoba...

* Lakukan sesuatu bagi orang lain.
Keinginan memperoleh sesuatu secara instan, itu semua karena kita hanya berkonsentrasi pada diri kita. Kenikmatan, kebahagiaan mendalam adalah ketika kita tidak egois dan tindakan kita bisa memberi manfaat pada orang lain. Ketika saya mengajar dan melihat mahasiswa mengobrol terus, saya kadang terpancing untuk marah.

Ketika saya marah, yang terjadi sebenarnya adalah diri saya yang merasa terluka. Berani-beraninya mereka 'menyepelekan' seorang doktor yang lagi memberi mereka ilmu. Ketika pemikiran ini menyeruak, kemudian saya coba sadar, marah tidaklah memberikan hasil apa-apa. Saya ada di kelas ingin mencerdaskan mereka. Langsung saja saya uraikan betapa saya agak terganggu dengan perilaku ngobrol mereka. Betapa saya sangat sayang kalau mereka tidak maju hanya karena mereka mengobrol. Begitu saya bicara penuh perasaan itu, deru ngobrol langsung cep, sepi, sunyi.

Coba andaikata saya melontarkan sumpah serapah, walau mereka tidak komentar (karena takut barangkali), suasana menjadi tidak menyenangkan.

Orang Indian Amerika mengajarkan hal yang sangat baik. Mereka mengajarkan bahwa kita harus memikirkan bahwa tindakan kita akan mempengaruhi dunia hingga tujuh generasi yang akan datang. Ketika kita berpikir tentang ini, kita akan terpacu untuk berbuat baik kepada orang lain. Begitu kita memikirkan orang lain, ego-ego tadi akan 'tertindas' dan kita tidak akan terlalu memikirkan kepentingan kita saja. Ketika kita mulai berpikir tentang orang lain, mereka akan merasakan kita sebagai pribadi yang hangat, pribadi yang perhatian. Dan inilah salah satu ciri orang yang memiliki kecerdasan emosi...

* Tanamlah tumbuhan niscaya anda akan jadi sabar.
Ketika saya menebar benih sosin (bayam untuk bakso), saya menunggunya dengan penuh antusias. Kapan biji-biji itu tumbuh. Hanya dua hari saja, benih sudah tumbuh, keluar daun yang perlahan-lahan tumbuh besar.

Mengamati daun bayam yang tumbuh hari demi hari, ternyata cukup nikmat. Ketika sosin sudah dipetik dan dicampurkan mie instan, wah rasanya nikmat. (Lho, saya sendiri yang menanam bukan? Pasti nikmat...)

Saat itu, saya bisa amati bahwa betapa pun saya berharap agar sosin cepat besar, ia tumbuh sesuai dengan masanya. Karena saya menghargai kecerdasan alam, saya sabar saja menunggunya...Akibatnya, hingga saat ini, menurut saya (dan orang-orang lain), saya cukup sabar.

Jangan lupa, jika anda menabung uang 1 juta dan mendapat bunga 18 persen setahun (banyak yang menawarkan bunga sebesar itu jika anda bisa mencarinya), setelah 40 tahun menjadi Rp. 1.024.000.000,-

Mengapa demikian besar? Itulah prinsip bunga berbunga atau compound interest. Besar sekali bukan? Itulah buah sabar. Jadi kalau anda ingin sukses, kaya, jadi pemimpin hebat, anda harus sabar. Anda harus sabar untuk tetap tekun belajar, menerapkan teori-teori, dan akhirnya anda akan sukses.

Salam Kesabaran

Label:

Kiat dan Strategi Persiapan Pensiun

Pensiun sering berarti hidup sengsara. Jangan sampai itu menimpa anda, pelajari informasi berikut agar anda mampu pensiun dengan tenang dan tenteram dengan memiliki bisnis sendiri...
Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, pensiun sudah mendekat. Sering tanpa persiapan apa-apa. Akibatnya, di masa tua, mengalami stres, jenuh, susah, dan cenderung marah-marah. Hidup terasa tidak lagi bermakna. Menapaki waktu dari pagi hingga sore, sangatlah lama. Tidak ada yang dikerjakan. Frustrasi...

Stop. Jangan sampai itu menimpa anda. Pensiun atau berhenti bekerja sangatlah alami. Demikian alaminya sehingga kita sering tidak mempersiapkan secara cermat. Di lain pihak, ada orang yang begitu mempersiapkan diri. Ketika ia masih aktif bekerja, ia sudah punya bisnis sampingan. Bisnis itu dikelola selama 10 tahun, dan sekarang sudah sukses. Baginya, pensiun adalah dambaan selama ini. Jika dulu ia 'nyuri-nyuri' waktu untuk menjalankan bisnisnya, sekarang ia bebas berbisnis. Dan bisnisnya berkembang baik. Ia mampu bernafas lega ketika pensiun...

Kita semua pasti ingin seperti orang kedua tadi bukan? Agar pensiun anda bisa anda nikmati dengan memiliki bisnis yang anda sukai, maka anda harus belajar. Ingat, kata kuncinya adalah berbisnis sesuai dengan kesenangan kita. Jika anda senang musik, mengapa tidak mendirikan sekolah musik? Jika anda senang bertanam anggrek, mengapa anda tidak berbisnis anggrek?

Pelatihan ini mempersiapkan anda dengan segala macam strategi, teknik dan tips bagaimana mendeteksi bisnis yang tepat sesuai dengan kesenangan anda. Ketika anda sudah menghabiskan lebih dari 20 atau 25 tahun, pastilah anda sudah memiliki segudang ilmu dan pengalaman yang bisa dijadikan bisnis. Di pelatihan ini, anda akan diajari cara menemukan peluang bisnis yang tepat dengan kesenangan anda.

Pelatihan ini juga akan 'membangunkan' anda agar sadar dan bertindak untuk secara sistematis mempersiapkan pensiun. Sudah tidak terhitung banyaknya orang yang begitu menderita ketika pensiun. Dengan pelatihan ini, anda akan mulai bisa mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan agar pensiun anda menyenangkan...

Label:

SDM Bukanlah Aset Terpenting...Tidak percaya?

Ketika saya main tenis, seorang teman yang cukup kaya ikut bergabung bermain. Saya lirik raketnya amat mahal, berjuta-juta. Satu hal yang jarang dilakukan di permainan tenis. Harga raket tenis waktu itu berkisar 400 ribu hingga 600 ribu rupiah.

Dengan raket mahalnya dia mengayun raket mencoba memukul bola. Wus, mleset. Ia mencoba sekuat tenaga. Tung, bola kena dipukul tapi malah keluar lapangan, dan kami harus berhenti karena menunggu bola diketemukan.

Tiba-tiba datang seorang berpakaian olah raga agak lusuh. Raketnya mungkin masih dari kayu, pokoknya murah harganya. Dengan santai dia memukul bola, base line, drop shot, dan voli dengan mudah dan akurat. Ia bahkan kelihatan tidak berkeringat. Ia mengalahkan kita semua. Siapa dia? Ternyata ia seorang bekas ball boy dan sekarang menjadi pelatih.

Ketika kami istirahat, kita guyon. "Benar juga ya kata orang bahwa the man behind the gun adalah lebih penting daripada gun itu sendiri. Walau raketnya jutaan, tapi kok tergopoh-gopoh karena kurang ahli..."

Kami saat itu tersadar bahwa ratusan SDM yang berbakat lebih penting dari pada jumlah SDM yang ribuan. Malah pejabat Microsoft pernah mengatakan bahwa satu programmer yang luar biasa berbakat, jauh lebih baik dibanding 10.000 programmer biasa saja.

Ini pula yang sering dihadapi oleh pimpinan perusahaan. Memiliki karyawan begitu banyak, tapi selalu saja merasa tidak cukup. Ketika membutuhkan keahlian tertentu, selalu saja susah mencarinya. Akhirnya, dengan terpaksa, harus merekrut orang baru atau memakai jasa konsultan.

Dari telusuran Jim Collins dalam Good to Great-nya, ia menemukan bahwa di perusahaan yang hebat-hebat tersebut melakukan lebih banyak upaya untuk menemukan orang yang tepat daripada jumlah. Andaikata perusahaan sebagai bis, lebih penting ada penumpang yang tepat dari pada penumpang bis yang penuh namun tidak tepat.

Perusahaan itu mengkondisikan keadaan agar orang-orang hebat tetap bekerja di sana. Tapi bagi orang yang tidak tepat (tidak bakat, keahliannya kurang bermanfaat dsb), sistem yang ada akan membuat mereka tidak kerasan. Akibatnya, mereka banyak yang keluar dari perusahaan hebat itu.

Hebatnya lagi, ketika perusahaan-perusahaan itu lagi menghadapi masalah mereka tidak langsung meng-PHK. Ini jelas beda dengan perusahaan biasa saja. Begitu menghadapi masalah, seperti krisis keuangan global seperti sekarang ini, mereka akan dengan serta merta dan ringan hati untuk mem-PHK. Mereka merasa bahwa inilah strategi yang terbaik.

Perusahaan hebat menemukan bahwa memiliki orang yang tepat (termasuk bakat, motivasi, semangat kerja, dan keahlian), adalah kunci menghadapi masalah apa saja. Ketika mereka menghadapi masalah, orang-orang hebat tadi akan bisa mencari solusii yang tepat. Ketika produk mereka mengalami penurunan, mereka akan bisa mencari produk pengganti atau me-repositioning agar bisa meningkatkan penjualan.

Masalah memiliki karyawan yang tepat ini amat krusial pada perusahaan yang sifatnya padat karya seperti PT Pos Indonesia dan PT KAI yang karyawannya berjumlah puluhan ribu.

Bagaimana Cara Menciptakan Sistem Agar Memiliki Orang-Orang yang Tepat.

1. Perekrutan harus berdasarkan pada tuntutan kompetensi yang dibutuhkan.

Pada umumnya ketika perusahaan merekrut, mereka hanya mencantumkan karakteristik karyawan yang amat umum. Misalnya lulus S-1 Teknik, berpengalaman 2 tahun, memiliki semangat kerja, pantang menyerah dsb.

Harusnya dipetakan dulu kompetensi yang dibutuhkan. Caranya mudah. Amati karyawan yang kinerjanya luar biasa. Modelling atau catat berilaku, pola pikir, pola tindak, dan kebiasaan serta perasaan orang itu ketika bekerja. Tanyakan apa yang memotivasi orang itu sehingga bisa bekerja hebat.

Dari catatan tadi, kita akan memperoleh seperangkat perilaku spesifik yang bisa kita jadikan pegangan untuk merekrut. Tentu perilaku tadi harus bisa diamati. Cara mengetes peserta adalah dengan menyajikan kasus-kasus tertentu di mana calon harus mengemukakan pikiran, perasaan, strategi yang perlu dilakukan.

Pewawancara tinggal mencocokkan jawaban tadi dengan seperangkat kompetensi yang sudah didapat dari karyawan hebat tadi. Insya Allah dalam tulisan-tulisan mendatang saya bisa membahas SDM berbasis kompetensi...

2. Adanya sistem yang tegas (bukan kejam) yang mengukur kinerja karyawan secara jelas dan akurat.

Sistem itu harus disesuaikan dengan filsafat yang dianut oleh perusahaan itu. Jika perusahaan itu menganut perlunya inovasi dan bebasnya gagasan mengalir, maka sistem yang ada harus mendorong agar gagasan bisa bebas mengalir. Gaji/Imbalan juga harus mendorong orang agar bebas berinovasi. Tentu aturan yang sifatnya 'mencekik' kreativitas, harus dihilangkan.

Artinya, standar-standar kinerja jelas, termasuk jika seseorang tidak menunjukkan kinerja yang seharusnya. Sistem ini akan mempersilakan orang yang tidak berkinerja untuk keluar.

Sepintas sistem seperti itu kejam, tapi inilah hakekat yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. Tidak ada yang mudah seperti dulu. Hanya dengan orang-orang terbaiklah perusahaan mampu mengarungi perubahan yang dahsyat ini.

Jadi SDM bukanlah aset. Yang benar adalah memiliki SDM yang tepatlah yang sesungguhnya menjadi aset perusahaan...

Salam

Label: ,

NILAI – KEPUASAN KERJA - MOTIVASI

1. Prinsip dasar nilai yang dimiliki setiap individu.

¨ Pengertian nilai

Keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku tertentu lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan modus perilaku lainnya.



¨ Sistem nilai

Suatu hirarki yang didasarkan pada suatu peringkat nilai-nilai seorang individu dalam hal intensitasnya.



¨ Sumber sistem nilai

- Orang tua/keluarga ; Masyarakat ; Pendidikan



¨ Tipe nilai

- Teoritis ; Ekonomis ; Estetis ; Sosial ; Politis ; Religius



¨ Hubungan nilai dan perilaku

- Sistem nilai yang dianut seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku seseorang karena nilai mempengaruhi sikap dan sikap mempengaruhi perilaku.

- Seseorang yang memiliki sistem nilai lebih tinggi cenderung berperilaku lebih terkendali dibandingkan seseorang yang memiliki sistem nilai lebih rendah.

- Seseorang yang memiliki sistem nilai berbeda maka akan mempengaruhi pandangan tentang mutu suatu tindakan atau produk.





2. Tekanan psikologis

¨ Suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu memberikan jawaban secara wajar dan tepat terhadap rangsangan dari sekitarnya, atau mampu tetapi dengan biaya yang terlalu besar seperti kelelahan kronis, tertekan, khawatir, gangguan fisik, syaraf atau kehilangan harga diri.



¨ Penyebab tekanan psikologis

- Kurang diterima di lingkungannya ; Jenjang hirakhi ; Kompetisi ; Ketidakpastian peranan ; Perubahan



¨ Bentuk tekanan

- Frustasi ; Cemas ; Rendah diri



¨ Pengaruh terhadap perilaku

- dorongan untuk bangkit ; dorongan merubah persepsi ; jawaban/tindakan kreatif ; menggerutu ; afiliasi kelompok ; agresif depresi ; alkoholisme ; melarikan diri



3. Kepuasan kerja pegawai.

¨ Pengertian

Rasa senang dan puas selama dan setelah melakukan suatu pekerjaan.



¨ Pengukuran kepuasan kerja

- Sejauh mana perasaan seseorang selama/setelah melakukan pekerjaan

- Skala Likert : 1 – 5 / 0 – 4 / STS-TS-R-S-SS







¨ Hal-hal yang menentukan kepuasan kerja

- Imbalan yang pantas

- Kondisi kerja yang mendukung/rekan sekerja yang mendukung

- Kesesuaian antara kemampuan dan level kesulitan pekerjaan

- Kesesuaian antara kepribadian dan jenis pekerjaan

- Kerja yang secara mental menantang.



¨ Efek kepuasan kerja pada kinerja

- Tingkat produktifitas ; Tingkat kemangkiran ; Tingkat keluar pekerjaan



¨ Pengungkapan ketidakpuasan

- Keluhan/protes/kritik; Pasif/apatis; Sabotase; Keluar pekerjaan



4. Teori motivasi :

¨ Teori tingkat kebutuhan (Maslow) :

- biologis/keamanan/sosial/penghargaan/aktualisasi diri



¨ Teori X dan Y (Douglas Mc Gregor)

Teori X : manusia dari sisi negatif
- Karyawan tidak menyukai pekerjaan/selalu menghindari pekerjaan

- Karyawan harus dipaksa kerja

- Menghindari tanggung jawab

- Menempatkan keamanan di atas faktor lain dan sedikit berambisi

Teori Y : manusia dari sisi positif
- Karyawan butuh bekerja seperti juga butuh istirahat dan bermain

- Karyawan dapat mengarahkan/mengawasi diri sendiri dalam bekerja

- Karyawan dapat menerima tanggung jawab

- Memiliki kemampuan inovatif dan berambisi

¨ Teori motivasi Higiene (Frederick Herzberg)

- Hubungan seseorang dengan pekerjaannya merupakan suatu hubungan dasar dan sikapnya terhadap pekerjaan dapat menentukan sukses dan gagalnya seseorang.

- Faktor-faktor seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyeliaan, dan gaji bila memadai akan menentramkan para karyawan, bila tidak maka karyawan tidak akan puas.



¨ Teori ERG (Clayton Alderfer) :

- Existence ; Relatednes ; Growth



¨ Teori kebutuhan (Mc Clelland) :

- Kebutuhan berprestasi; Kebutuhan kekuasaan; Kebutuhan afiliasi



¨ Teori Evaluasi Kognitif :

- Memberikan imbalan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya secara intrinsik telah diberi imbalan cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan (adanya imbalan ganda maka imbalan yang kedua kurang ada artinya).



¨ Teori Penentuan Tujuan (Gene Broadwater) :

- Tujuan pekerjaan yang khusus dan sulit akan mengantar ke kinerja yang lebih tinggi.



¨ Teori Penguatan :

- Perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya.

- Penguatan adalah yang mengkondisikan perilaku, jadi apabila suatu tindakan diberi respons maka tindakan itu cenderung diulang.

¨ Teori Keadilan (Jane Pearson) :

- Setiap individu selalu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaajn mereka dengan orang lain (baik di dalam maupun di luar organisasinya) kemudian berespon untuk menghapuskan ketidakadilan yang terjadi di tempat kerjanya.



¨ Teori Harapan (Victor Vrooms) :

- Kuatnya kecenderungan untuk bertindak bergantung kepada harapan bahwa tindakan itu akan menghasilkan keluaran tertentu dan daya tarik keluaran tadi terhadap seorang individu.

- Tiga hubungan yang mempengaruhi :

+ Upaya – kinerja

+ Kinerja – imbalan

+ Imbalan – tujuan pribadi



5. Motivasi dalam pekerjaan :

- Imbalan yang memuaskan dan sesuai tingkat kebutuhan karyawan

- Perlu diberi insentif/pujian/penghargaan bagi karyawan yang berprestasi lebih dari pada yang lain.

- Tidak perlu imbalan ganda untuk satu jenis pekerjaan yang sama

- Diberikan pemahaman tentang pentingnya arti pekerjaannya.

- Karyawan tipe X diberi perlakuan berbeda dengan karyawan tipe Y

- Penempatan sesuai kemampuan, sesuai kepribadian dan minatnya.

- Harus ada kejelasan karier bagi karyawan.

- Pemberian pekerjaan bertahap, dari yang sederhana ke yang lebih sulit.

- Catatan pekerjaan yang pernah dilakukan digunakan sebagai dasar promosi.

- Pemberian pekerjaan/penugasan harus memperhatikan kondisi kejiwaan seseorang saat ditugaskan.

Label:

PERILAKU ORGANISASI

1. Konsep Perilaku Organisasi

Pengertian

- Organisasi :

- Sistem kerja sama sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

- Struktur pembagian kerja dan mekanisme kerja antara sekelompok orang yang mempunyai aturan dan keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan



- Perilaku :

- Sikap dan tindakan



- Ilmu Perilaku organisasi

- Ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.



- 4 unsur utama perilaku org. :

- pandangan psikologi

- pandangan ekonomi

- pandangan bahwa individu dipengaruhi aturan org. dan pemimpinnya

- pandangan tentang penekanan kepada tuntutan manajer untuk mencapai tujuan organisasi.



- Ilmu pendukung :

- psikologi (sosial/massa/ industri), sosiologi, ekonomi, politik.





- Cara pandang kesisteman :

- Sistem tertutup : hasil adalah selalu buah dari suatu usaha dan manusia hanyalah bagian dari mesin organisasi yang kompleks.

- Sistem terbuka : kekuatan yang berupa perasaan, norma dan sikap berpengaruh terhadap perilaku seseorang dlm. organisasi (faktor lingkungan ikut berperan thd. perilaku seseorang dalam organisasi).



- Manfaat ilmu perilaku organisasi bagi pimpinan dan anggota organisasi.

- Menentukan kebijaksanaan

- Membuat aturan

- Memecahkan masalah, dll..



2. Ruang Lingkup Ilmu Perilaku

- Perilaku manusia dalam organisasi

- Hart & Scott : para ahli punya pra-anggapan thd. perilaku manusia.

- Copernicus : matahari pusat jagad raya

- Darwin : evolusi

- B.F. Skinner : tindakan manusia dipengaruhi lingkungannya.

- Machiaveli : lebih baik ditakuti daripada dicintai (autokratis)



- Teori perilaku berdasarkan teori Birokrasi Max Weber :

- Spesialisasi, tingkatan berjenjang, sistem prosedur/aturan, hubungan kerja impersonal, promosi dan penghasilan.



- Sumber kewenangan :

- 1. rational-legal authority; 2. traditional authority; 3. charismatic authority.



- Teori Organisasi Administratif Henry Fayol:

- Setiap bentuk usaha terdiri dari 5 subsistem : 1. teknik dan komersial (pembelian, produksi, penjualan); 2. keuangan (pencarian dan pengendalian modal); 3. pengamanan; 4. akuntansi; 5. administrasi.

- Teori Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor:

- studi waktu; pembedaan pengupahan; perencanaan kerja; sistem pembiayaan; standarisasi peralatan.



- Perilaku organisasi dalam beberapa jenis pendekatan manajemen :

Manajemen tradisional
- Tiap individu memiliki perilaku tertentu dalam tiap proses perencanaan, organisasi, penggerakan dan pengawasan.

- Tiap kelompok/unit kerja memiliki karakteristik tertentu dalam berinteraksi di dalam maupun antar kelompok/unit kerja.



Manajemen berdasarkan sasaran :

- Tiap individu atau keompok memupunyai interest tertentu dalam menentukan sasaran kerja tiap unit dan bahkan penentuan sasaran organisasi.



Manajemen stratejik :

- Tiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam menganalisa lingkungan, penentuan visi dan misi, perumusan strategi, implementasi strategi maupun pengendalian strategi.



Manajemen mutu terpadu :

- Tiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur mutu yang berbeda dan memiliki komitmen mutu yang berbeda pula..

Label:

Manajemen dan kepemimpinan, sebenarnya apa perbedaan mendasar kedua istilah itu?

Dua kata itu, manajemen dan kepemimpinan sangat sering kita dengar. Kadang kata itu sering kita persamakan artinya. Ketika kita melihat perusahaan yang sangat berkembang kita sering mengatakan, “manajemen di sana baik.” Kadang kita berkata, “Saya yakin kepemimpinan di sana pasti baik.”

Namun kata manajemen begitu melanda dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anda ingin mengkritik sebuah universitas yang prestasinya buruk, anda mengatakan "manajemen universitas itu tidak cakap." Ketika anda bicara pengelolaan pajak yang amburadul, anda mengatakan, "manajemen pajak di negeri kita payah."

Saat ini kita memang hidup penuh dengan berondongan istilah yang macam-macam, yang semuanya terkait dengan manajemen.. Benchmarking, balance score card, intrapreneuring, empowerment, business process reengineering, dan istilah-istilah aneh-aneh (tapi pasti Inggris) begitu melanda organisasi kita.

Celakanya, kita sering begitu “gagah” menggunakan kata-kata asing itu. Daripada bilang pemberdayaan, kita lebih mantap bicara empowerment. Daripada bicara hubungan pelanggan yang akrab, kita katakan customer intimacy, atau malah sekadar customer relationship.

Namun ada fenomena menarik, walau kita sering mengucapkan berbagai istilah manajemen, kita malah sering tidak tahu arti persis dari kata-kata itu. Seringkali pula istilah manajemen itu kita dengar dari orang lain, karena terasa gagah, kata itu kemudian menjadi “kosa kata” kita sehari-hari tanpa kita pernah tahu dari literatur mana sumber istilah manajemen itu.

Ketika kita makin berakrab-akrab dengan berbagai istilah itu, agar “membumi” kita ganti istilah itu menjadi bahasa Indonesia. Management kita terjemahkan menjadi manajemen, dan leadership menjadi kepemimpinan.

Sebenarnya apa perbedaan “hakiki” antara manajemen dan kepemimpinan? Silakan baca terus...

Berbagai pakar mempunyai pendapat yang bermacam-macam tentang manajemen dan kepemimpinan itu.. Satu penjelasan yang mudah dipahami adalah dari Stephen Covey.

Andaikata kita ini sedang akan membuka hutan untuk eksplorasi hasil hutan, maka seorang pemimpin akan mengatakan, “Baik, dari berbagai informasi dan pertimbangan, saya putuskan hutan di lereng bukit itu yang harus kita tebang dulu.” Sebagai pemimpin ia menjelaskan bagian mana yang harus dieksplorasi.

Begitu pemimpin itu menjelaskan bagian hutan mana yang harus dibuka, maka saatnya peran manajemen berlaku. Para manajer akan memikirkan cara-cara, alat-alat, metoda yang paling efektif untuk membuka hutan itu. Mungkin mereka akan memakai gergaji listrik, mungkin memakai gergaji panjang karena medannya sulit, atau bahkan mereka akan melingkar untuk mencari celah agar mudah membuka bagian hutan itu.

Bisakah sekarang anda membedakan fungsi manajemen dan kepemimpinan? Kepemimpinan adalah yang menentukan arah, sedangkan manajemen berusaha untuk mewujudkan agar arah tadi bisa tercapai. Manajemen lebih peduli kepada pemilihan metoda, cara-cara agar tujuan itu bisa tercapai secara efektif. Itu tadi adalah konsep manajemen dan kepemimpinan dari Covey.

Warren Bennis, pakar kepemimpinan dan manajemen terkenal, dengan cerdas mengatakan, “Pemimpin menaklukkan situasi. Mungkin situasi itu kacau, membingungkan, mengherankan dan bahkan menantang kita dan bisa membungkam kita jika kita biarkan situasi itu makin memburuk. Manajer, atau manajemen? Manajer menyerah atas keadaan itu. Manajemen berarti mengelola, sedangkan kepemimpinan, menginovasi. Manajer adalah tiruan, sedangkan pemimpin adalah asli. Manajemen menjaga hal-hal, pemimpin mengembangkan hal-hal. Manajemen berfokus pada sistem dan struktur sedangkan kepemimpinan berfokus pada orang-orang”

Pendapat saya sendiri? Kunci dari kepemimpinan adalah pengaruh. Ia berbuat, bertindak, bekerja untuk mempengaruhi orang agar mau bergerak menuju arah yang sudah dicanangkan. Anehnya, kepemimpinan dikatakan sukses jika orang-orang itu kemudian bergerak, maju dan menganggap tujuan tadi milik mereka yang harus mereka perjuangkan dan capai.

Mengapa kita selalu mengatakan bahwa Panglima Besar Jendral Soedirman bahwa beliau berjasa memimpin perang gerilya. Secara fisik, beliau sangat tidak meyakinkan. Bagaimana bisa meyakinkan? Beliau batuk-batuk, sakit paru-paru yang parah dan harus ditandu. Badannya tidak gagah, dulunya beliau adalah seorang guru. Dapatkah anda membayangkan seorang pahlawan perang ternyata orang yang penyakitan. Lariskah film perang seperti Rambo jika tokoh Rambo itu ternyata untuk berjalan saja tidak bisa?

Lalu, mengapa ia bisa menggerakkan tentara, dan rakyat untuk berjuang? Pengaruh. Bagaimana kita tidak tergerak, terpacu untuk berperang, sedangkan orang yang sakit-sakitan itu tidak pernah lelah terus bersemangat berperang, bahkan sakitnya itu seolah tidak mampu mencegah gelora semangat juangnya yang tidak pernah kendor?

Mengapa kita tidak mengatakan manajemen Soedirman efektif? Jelas tidak. Di samping, mungkin saat itu belum dikenal istilah manajemen, para pejuang merasa bahwa mereka dipimpin oleh Jendral besar itu. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang-orang berada di dalam situasi yang kacau, tidak aman, tidak menentu, mereka sangat membutuhkan pemimpin, dan bukannya manajemen. Saya membahas hal itu secara panjang lebar dalam Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul

Jadi ketika anda menjabat sebagai pemimpin, jangan pernah lupa tugas anda untuk mempengaruhi bawahan anda. Ajak mereka untuk “memeluk” tujuan yang anda canangkan seolah milik mereka sendiri. Gambarkan secara nyata “kenikmatan” atau “hilangnya derita” jika tujuan itu tercapai.

Apa pun yang kita kerjakan, termasuk di bidang manajemen, ternyata tidak pernah lepas dari dua faktor tadi, yaitu mengejar kenikmatan, kesenangan, dan menghindari susah, atau kepedihan. Ketika anda bisa menggambarkan masa depan yang bisa menimbulkan kenikmatan, dan ternyata kenikmatan itu begitu “menggoda”, karyawan akan cenderung berjuang menuju tujuan itu.

Contoh, perusahaan tempat anda bekerja dua tahun lagi ingin “go public.” Untuk bisa go public perusahaan harus laba tiga tahun terus menerus. Agar laba yang sekarang bisa diikuti oleh laba dua tahun di masa depan, sebagai pemimpin anda menjanjikan untuk “membagikan” sebagian saham kepada kelompok manajemen dan karyawan yang berprestasi.

Tentu anda bisa membuat kriteria bagaimana definisi “berprestasi” itu. Anda kemudian menggambarkan betapa besar uang yang akan mereka terima jika saham itu “laris manis” di pasar modal. Jika manajemen dan karyawan yakin bahwa cita-cita itu memang bisa dilaksanakan, mereka akan berjuang untuk mencetak laba yang makin baik di masa depan.

Sebaliknya, untuk mendorong kelompok manajemen dan karyawan agar jangan “leha-leha,” anda bisa mengajak mereka membayangkan betapa sengsaranya hidup mereka jika perusahaan itu rugi terus. Pasti akhirnya akan dinyatakan bangkrut. Jika bangkrut, maka akan PHK besar-besaran, dan kenyataan membuktikan, mencari kerja sangatlah sukar. Pesan anda jelas, jika manajemen dan karyawan tidak memperbaiki kinerja dengan kerja keras dan cerdas, masa depan akan menjadi sangat gelap.

Perhatikan lagi kuncinya, ketika anda menceritakan masa depan, sebaiknya diceritakan secara hidup, syukur dramatis. Riset membuktikan bahwa dengan bercerita akan bisa membawa karyawan melihat gambaran yang begitu hidup, begitu nyata, dan akhirnya bisa menggerakkan karyawan menuju ke arah masa depan.

William Stewart, (Carter-Scott, 1994) seorang alumnus the Naval Academy yang merupakan veteran perang Vietnam ikut berpendapat tentang manajemen dengan mengatakan, “Ada perbedaan keahlian yang dituntut di dunia militer. Ketika keadaan damai, misalnya, anda akan sukses jika anda tahu bagaimana menerapkan manajemen. Namun ketika perang, anda hanya akan sukses jika anda mampu memimpin. Keahlian manajemen anda yang efektif, tidak terlalu bisa anda terapkan dalam perang. Yang diperlukan adalah kemampuan memimpin.” Sekarang ini Steward sudah menjadi pengacara yang sukses di Amerika Serikat.

Ketika anda belajar manajemen, anda selalu teringat oleh Henry Fayol. Ia, di tahun 1916 memperkenalkan konsep manajemen yang berupa merencanakan, mengorganisasikan, memerintahkan, dan mengawasi. Ketika ada orang bertanya kepadanya, apa tugas dari seorang dirut? POSDCORB jawabnya. Itu adalah kepanjangan dari planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting dan budgeting. Ia mengemukakan istilah itu di tahun 1930. Akronim manajemen itu ringkas dan mudah diingat.

Namun kenyataannya, itulah yang sering dikerjakan oleh para pemimpin, bahkan pemimpin puncak. Mereka lebih banyak melakukan manajemen. Seolah dengan cukup menjalankan fungsi-fungsi manajemen mereka akan mampu membawa perusahaan menang dalam persaingan. Namun berbekal manajemen saja jelas tidak cukup. Mereka harus memimpin.

Dari pengamatan saya, cukup sering seorang direktur yang begitu “getol” bergulat dan bergelut dengan anggaran. Bahkan waktu sehari-harinya sering dilewatkan untuk urusan manajemen, yang seharusnya bisa dilakukan oleh para manajernya. Akibatnya, direktur itu kemudian lupa tugasnya memimpin. Alhasil, organisasi itu tidak bergerak, stagnan, dan para karyawan selalu bertanya, “Akan di bawa ke mana gerangan perusahaan ini…”

Itu adalah kasus di mana pemimpin kebingungan membedakan fungsi kepemimpinan dan manajemen.

Satu perbedaan yang besar antara manajemen dan kepemimpinan adalah pada intuisi. Ada seorang pakar yang dengan yakin mengatakan, “Ketika anda mulai memanfaatkan intuisi anda, maka saat itulah anda sudah mulai melangkah menjadi pemimpin. Jika anda masih lebih banyak berkutat pada pengumpulan data, analisis data, dan mengambil keputusan, anda masih seorang manajer”

Mengapa intuisi begitu penting? Karena informasi yang ada sekarang itu sudah demikian membanjir. Di Amerika Serikat saja, di tahun 1997 diterbitkan 2000 buku bisnis dan manajemen setiap tahunnya. Andaikata anda ingin mengikuti setiap gagasan manajemen itu, dan membutuhkan waktu satu minggu untuk membaca satu buku hingga tamat, maka anda membutuhkan waktu 38 tahun. (setahun 52 buku, 10 tahun 520 buku, 2000 buku = 38 tahun). Itu asumsinya anda ingin membaca setiap buku bisnis dan manajemen yang terbit di sana setiap harinya. Begitu anda selesai, anda sudah ketinggalan 38 tahun terhadap informasi baru yang dicantumkan di buku-buku bisnis dan manajemen itu.

Itu baru buku, belum majalah manajemen, jurnal manajemen, newsletter, program bisnis di televisi, laporan berkala perusahaan. Jelas kita “tenggelam” dalam samudera informasi. Apa yang perlu dilakukan? Pilihlah saja membaca buku-buku yang memang kategorinya “the best”.

Karena demikian luar biasanya informasi, maka jelas tidak cukup untuk mempertimbangkan segalanya ketika anda akan memutuskan suatu inisiatif bisnis. Saat itulah intuisi sangat membantu para pemimpin. Jika anda ingin membaca lebih lanjut tentang informasi intusi, manajemen, anda dapat baca di sini.

Okay, itu saja ulasan saya tentang perbedaan manajemen dan kepemimpinan, jangan lupa baca artikel-artikel manajemen yang lain di web ini. Anda akan bersyukur ketika anda membaca berbagai artikel pada web ini.

Label: